KLIKJATIM.Com | Surabaya - Kendati menghadapi pandemi virus corona, namun neraca perdagangan Jawa Timur selama Maret 2020 surplus. Kegiatan ekspor non migas total 1,990 miliar dollar AS dan impor 1,790 miliar dollar AS sedingga mengalami surplus sebesar 200 juta dollar AS.
[irp]
Baca juga: Kasus Korupsi BSPS Sumenep Memanas: Kejati Jatim Tetapkan Tenaga Ahli DPR RI sebagai Tersangka Baru
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Dadang Hardiwan mengatakan, surplus disebabkan karena adanya selisih perdagangan yang positif pada sektor nonmigas maupun sektor migas, sehingga secara agregat neraca perdagangan menjadi surplus.
“Sektor nonmigas mengalami surplus sebesar 449,02 juta dollar AS sedangkan sektor migas mengalami defisit sebesar 254,07 juta dollar AS, ujar Dadang Hardiwan.
Baca juga: Gubernur Khofifah Pimpin Penanaman, Penaburan Benih Serta Panen Bersama di Kediri
[irp]
Sementara secara kumulatif, selama Januari-Maret 2020, neraca perdagangan Jawa Timur juga mengalami surplus sebesar 348,73 juta dollar AS. Hal ini disumbangkan oleh selisih perdagangan ekspor-impor di sektor nonmigas yang surplus sebesar 1,359 miliar dollar AS walaupun sektor migas justru mengalami defisit sebesar 1,011 miliar dollar AS.
Baca juga: Wings Group Buka Lowongan Kerja untuk 49 Posisi
Surplus sektor nonmigas ini perlu lebih ditingkatkan agar neraca perdagangan Jawa Timur semakin besar di periode berikutnya. Disamping itu perlu diupayakan untuk menekan atau mengurangi defisit dari sektor migas . (hen)
Editor : Wahyudi