DPRD Jatim Minta Anggaran PON Dialihkan Untuk Penanganan Covid 19

Reporter : Wahyudi

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana meminta agar pemprov mengalihkan anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim untuk gelaran PON Papua XX dialihkan ke penanganan Covid-19.

[irp]

Baca juga: Gubernur dan Forkopimda Jatim Bersama Ribuan Buruh Peringati May Day 2026

Hal ini menyusul penundaan pelaksanaanya oleh Kementerian Pemuda dan Plahraga (Kemenpora) yang sejatinya tahun ini menjadi 2021. "Kami berharap dana untuk PON besok ini dialihkan ke penanganan Covid-19. Toh juga sudah diumumkan Pak Menpora (Zainuddin Amali) kalau pelaksanaannya ditunda Oktober 2021," ujar Reni.

Politisi asal fraksi PDI Perjuangan ini optimistis pengalihan anggaran untuk olahraga ini mampu meringankan penanganan pandemi. Mengingat besarannya juga lumayan, yakni mencapai Rp 500 milliar. Jika itu disalurkan untuk masyarakat tentunya sangat membantu. "Laporan yang saya peroleh anggaran untuk olahraga (PON Papua XX), Rp 400-500 milliar tahun ini. Dialihkan dulu, nanti kan bisa dianggarkan lagi tahun depan menjelang pelaksanaan," tuturnya.

Baca juga: Rayakan May Day di Kantor Gubernur, Khofifah-Emil Guyur Ribuan Buruh Jatim dengan "Kado" Kebijakan Strategis

Sebelumnya, Menpora Zainudin Amali mengungkapkan Presiden Joko Widodo menunda PON 2020 Papua yang semula dijadwalkan berlangsung 20 Oktober-2 November mendatang, diundur ke Oktober 2021.

[irp]

Baca juga: Jauh dari Kesan Anarkis, Pekerja PTPN I Regional 5 Pilih Istighosah dan Doa Bersama Peringati May Day 2026

Keputusan itu diambil Presiden usai melakukan Rapat Terbatas (Ratas) dengan sejumlah menteri terkait pada Kamis 24 April 2020. Zainudin mengatakan ada sejumlah alasan kenapa Jokowi mengambil keputusan untuk menunda PON 2020 Papua. Alasan pertama adalah pekerjaan venue yang tertunda.

Kemudian kedua adalah masalah pengadaan peralatan pertandingan yang akan digunakan juga terhambat, dan terakhir persiapan atlet yang kurang selama pandemi. Zainuddin khawatir bila PON dipaksakan kualitas pertandingan menurun karena persiapan atlet yang tidak bisa maksimal. (hen)

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru