KLIKJATIM.Com | Sampang – Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, dan Wakil Bupati Ahmad Mahfudz, menyambut hangat kunjungan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (RI), Budi Gunadi Sadikin, di Pendapa Trunojoyo pada Selasa (8/7/2025). Kunjungan Menkes ini bertujuan meninjau langsung upaya penanggulangan penyakit kusta, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberantas penyakit menular tersebut.
Bupati Slamet Junaidi menyatakan bahwa saat ini terdapat lebih dari 85 kasus kusta aktif atau baru yang sedang ditangani secara serius oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang. Untuk meringankan beban masyarakat, Pemkab Sampang memastikan bahwa seluruh pengobatan pasien kusta di Sampang diberikan secara gratis, baik di rumah sakit maupun layanan kesehatan primer.
Baca juga: Konsisten Berkinerja Sangat Baik, Bank Sampang Raih Penghargaan The Best Regional Champion 2026
"Pengobatan untuk warga Sampang wajib gratis. Tidak hanya ke tempat pelayanan kesehatan di Sampang, seluruh Indonesia juga gratis, yang terpenting memiliki KTP Sampang," terang Bupati.
Baca Juga : Pasien Kritis Dirujuk Pakai Sampan, DPRD Sampang Siap Ajukan Anggaran untuk Ambulans Laut
Pemerintah Kabupaten Sampang juga telah melakukan modifikasi pendekatan strategis bersama Kementerian Kesehatan untuk mengejar target ambisius: eliminasi kusta sebelum tahun 2030, bahkan ditargetkan rampung pada tahun 2029.
“Kalau pemerintah pusat bilang 2030, saya bilang 2029 sudah harus selesai. Ini bukan janji, ini komitmen. Saya akan pastikan Camat-Camat hingga tenaga kesehatan bekerja bersama,” jelasnya dengan tegas.
Di tempat yang sama, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, atau yang akrab disapa Abah Idi, mewanti-wanti masyarakat Kabupaten Sampang untuk tidak takut pada penyakit kusta.
Baca juga: Buntut Truk Terguling, Polres Sampang Limpahkan 936 Ribu Batang Rokok Ilegal ke Bea Cukai Madura
Baca Juga : Disambar Petir, Petani Sampang Tewas di Sawah
"Penyakit ini tidak langsung menular, bahkan lebih susah menular dibanding TBC, COVID-19, atau penyakit menular lainnya,” katanya.
Menurut Abah Idi, kusta bisa dikenali dengan gejala sederhana, seperti munculnya bercak putih, merah, atau ungu pada kulit yang bila disentuh tidak terasa sakit.
Baca juga: Nyalip di Jalan Raya Sampang, Pengendara Motor Tewas Tabrakan dengan Pikap
“Kalau ditemukan lebih cepat, langsung diberi obat MDT (Multi Drug Therapy), dalam sebulan saja penularannya sudah berhenti,” tuturnya.
Baca Juga : Pemkot Surabaya Sosialisasikan Pemeriksaan Gratis Anak Sekolah 2025
Selain pengobatan, dukungan untuk lingkungan sekitar pasien kusta juga sudah tersedia. Keluarga atau orang serumah bisa mendapat dosis pencegahan bernama PEC (Post-Exposure Prophylaxis), yang cukup diminum sekali saja. “Sudah, selesai. Tidak perlu takut, tidak perlu dijauhi,” pungkas Menkes. (yud)
Editor : fadil