Mayat Perempuan Ditemukan Mengapung di Perairan Camplong Sampang, Keluarga Tolak Visum

klikjatim.com
Polisi melakukan investigasi di Puskesmas Camplong terhadap mayat warga Pamekasan yang mengapung di perairan Camplong, Sampang.

KLIKJATIM.Com | Sampang – Warga di perairan Camplong, Kabupaten Sampang, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pada Sabtu, (21/6), sekitar pukul 09.40 WIB. Mayat tersebut ditemukan mengambang di perairan Desa Dharma Tanjung, Kecamatan Camplong.

Kasi Humas Polres Sampang, Ipda Gama Rizaldi, menyampaikan bahwa informasi awal diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Camplong dari warga setempat.

Baca juga: Nahas, Balita Empat Tahun di Karang Penang Sampang Meninggal di Kubangan Air Waduk Tembakau

"Kemudian bagian piket SPKT Polres Sampang bersama Kanit Reskrim dan Kanit Intel Polsek Camplong langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP)," jelas Ipda Gama, Sabtu (21/6/2025).

Baca Juga : Video Buaya Muara Hebohkan Warga Sampang, Damkar Imbau Waspada

Setibanya di lokasi, pihak kepolisian segera mengamankan area sekitar dermaga pelabuhan karena banyaknya warga yang berdatangan. Kanit kemudian menuju lokasi penemuan mayat menggunakan perahu. "Jaraknya sekitar 700 meter dari bibir pantai," terang Ipda Gama.

Baca juga: Momen HUT Ke-81 RI, Bupati Sampang Ajak Seluruh Lapisan Masyarakat Kolaborasi Bangun Daerah

Mayat yang diketahui berjenis kelamin perempuan itu rencananya akan dievakuasi menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Mohammad Zyn untuk dilakukan visum. Namun, saat diangkat ke atas perahu, salah satu warga mengenali identitas mayat tersebut. Korban diketahui berinisial D (55), warga Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan.

"Namun suaminya menolak agar mayatnya tidak dibawa ke RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang," imbuhnya.

Baca Juga : Ada Polisi Nakal, Polres Sampang Minta Masyarakat Lapor ke Propam

Baca juga: Penganiayaan Perempuan di Sampang Dilaporkan ke Polisi

Suami korban dan pihak keluarga bahkan menolak untuk dilakukan visum maupun autopsi. Mereka sepakat untuk langsung memakamkan jenazah.

"Pihak keluarga dan suami korban bersepakat agar tidak dilakukan autopsi dan juga tidak akan melakukan upaya hukum, dan menyadari bahwa peristiwa tersebut adalah musibah," pungkas Ipda Gama Rizaldi. (yud) 

Editor : fadil

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru