KLIKJATIM.Com | Gresik — Sebanyak 97% karyawan PT Petrokimia Gresik, perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, aktif terlibat dalam inovasi selama satu tahun terakhir.
Hasilnya, perusahaan berhasil menciptakan nilai tambah sebesar Rp357 miliar, dengan Rp76 miliar di antaranya berkontribusi langsung terhadap peningkatan laba perusahaan (direct financial benefit).
Baca juga: Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Banjarsari Gresik
Pencapaian ini disampaikan oleh SVP Operasi II Petrokimia Gresik, Joko Raharjo, dalam pembukaan Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik (KIPG) ke-39 di Gresik, Jawa Timur, Rabu (18/6).
“Kami bersyukur, inovasi telah menjadi DNA Insan Petrokimia Gresik. Tahun ini seluruh pejabat Grade I dan II juga terlibat dalam program Breakthrough Innovation. Ini menunjukkan bahwa inovasi adalah tanggung jawab kolektif, dari pimpinan hingga seluruh karyawan,” ujar Joko.
Baca juga: Borong 64 Penghargaan K3 di Jawa Timur, Lamongan Sabet Gelar Pembina K3 Terbaik 1
Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, tingkat partisipasi karyawan dalam inovasi meningkat dari 95% menjadi 97%. Peningkatan ini mencerminkan budaya inovatif yang semakin mengakar dan berdampak langsung terhadap efisiensi dan efektivitas operasional, termasuk dalam penyaluran pupuk bersubsidi.
“Inovasi yang kami dorong terbukti mendukung kelancaran produksi dan distribusi pupuk. Operasional menjadi lebih efisien, kualitas produk terjaga, dan stok pupuk subsidi tersedia sesuai regulasi,” tambahnya.
Baca juga: Cetak Pelajar Kuat Mental dan Berprestasi, Pemkab Lamongan Gelar Talkshow Kesehatan Mental Sejak DiniJoko menekankan bahwa inovasi menjadi kunci untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam mempermudah akses petani terhadap pupuk subsidi serta mewujudkan program swasembada pangan nasional.
Baca juga: Bupati Gresik Sabet Penghargaan Pembina K3 Terbaik II Jawa Timur
KIPG yang telah digelar konsisten selama 39 tahun menjadi forum strategis untuk mendorong perbaikan berkelanjutan dan peningkatan daya saing. Tahun ini, ajang tersebut diikuti oleh 1.752 gugus inovasi, terdiri dari:
- 76 Gugus Inovasi Operasi (GIO)
- 1.461 Gugus Sistem Saran (SS)
- 79 Gugus Individual Project
- 136 Gugus 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin)
Editor : Abdul Aziz Qomar