KLIKJATIM.Com | Gresik – Virus corona atau coronavirus disease 2019 (Covid-19) yang mewabah sejak beberapa waktu lalu telah mengakibatkan kondisi perekonomian lesu. Salah satunya bagi para pedagang di pedesaan seperti yang dialami oleh Rupiah, warga Giri, Kabupaten Gresik.
Pedagang nasi rawon di kawasan Wisata Sunan Giri ini mengaku, sejak terjadinya pandemi Covid-19 membuat penghasilannya merosot tajam. Jika hari-hari normal, perempuan berusia 50 tahun ini bisa meraup omset hingga Rp 1 juta per hari.
"Sekarang kita tutup total sejak pertengahan Maret 2020. Jadi sejak corona ini tidak ada pemasukan, bantuan juga gak ada. Sementara air juga beli, tapi gak ada pemasukan apa-apa," keluhnya.
[irp]
Belum lagi untuk kebutuhan biaya sewa atau infaq tempat. "Ada sekitar 100 orang pedagang, dan biasanya di sini itu infaq sewa tempat tapi sekarang sepi begini,” imbuhnya.
Baca juga: Pererat Sinergi Ulama–Umara, Kapolres Gresik Silaturahmi ke MUI
Akibat kondisi yang demikian, sebagian pedagang terpaksa nganggur. Lalu, ada juga di anatara mereka beralih jualan seadanya di rumah masing-masing.
[irp]
Baca juga: Dosen FISH UNESA Bersama PPI Taiwan Dorong Penguatan Identitas Budaya Diaspora Indonesia
"Gimana lagi mas dengan kondisi ini pendapatan tidak ada, namun saya tetap jualan makanan ringan dari rumah yang disetor ke warung atau dijajakan ke tetangga. Dan, alhamdulillah cukup dibuat makan," terang ibu enam anak itu.
"Orang Giri menangis, air gak ada, pendapatan gak ada. Semoga ada perhatian dari pemerintah," harapnya. (nul)
Editor : Redaksi