Sepi Peziarah, Omzet Penjual Bunga Makam di Bojonegoro Turun

klikjatim.com
Waginah, penjual bunga makam di Jalan AKBP M Soeroko, Bojonegoro. (Nur Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro—Tradisi nyekar (ziarah kubur jelang ramadan) biasanya membawa berkah tersendiri bagi para penjual bunga yang biasanya ditaburkan di atas makam. Namun, tahun ini hasil penjualan bunga kurang bersahabat bagi para penjual bunga makam di Bojonegoro.

Waginah (42) penjual bunga di Jalan AKBP M Soeroko, Bojonegoro mengaku pendapatannya tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu. Di antara penyebabnya, peziarah yang nyekar di kuburan juga tak seramai tahun lalu.

Baca juga: Lindungi Hak Sipil Warga, 41 Pasangan di Lamongan Ikuti Isbat Nikah Terpadu 2026

[irp]

"Sepi tahun ini, mungkin gara-gara Corona," katanya, di Bojonegoro, Kamis (23/4/2020).

Dikatakan Waginah, tahun lalu setiap hari membawa bunga 4 kilogram. Setiap hari selalu habis dibelu para peziarah yang datang. Namun dia mengatakan hal itu tak terjadi tahun ini.

"Sekarang saya bawa 2 kilogram sampai sekarang belum habis," kata kata penjual asal Desa Ngablak, Kecamatan Dander.

Baca juga: Riding Malam Hari? Perhatikan Enam Poin Penting Ini Agar Tetap #Cari_Aman di Jalan

Dia menambahkan, untuk satu ondok (pincuk) bunga dibanderol Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu. Namun, saat ditemui klikjatim.com bunga yang dijual belum sampai laku 1 kilogram.

[irp]

Waginah mengaku, setiap harinya dia berjualan jamu keliling. Namun, saat momen nyekar jelang Ramadan dimanfaatkannya untuk jualan bunga.

Baca juga: Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas

"Karena sekarang momen ziarah saya jadi jualan, malah sekarang turun drastis di bandingkan tahun lalu," tutup Waginah. (mkr)

Editor : M Nur Afifullah

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru