KLIKJATIM.com | Gresik – Peristiwa pencurian tabung elpiji terjadi di kawasan Gresik Kota Baru (GKB), tepatnya menimpa lapak (stand) Mie Bangladesh Go Mangan di area Pujasera Warung Kopi (Warkop) AGP, Yosowilangun, GKB, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 10 Mei 2025 pukul 04.00 WIB dini hari.
Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV warkop. Pemilik Mie Bangladesh Go Mangan, Farina, menyampaikan bahwa kejadian tersebut baru diketahui pada Sabtu, 10 Mei pukul 14.25 WIB.
Baca juga: Terseret Pancing ke Tengah Tambak, Pria di Menganti Ditemukan Meninggal Dunia Setelah 5 Jam Dicari
“Kejadiannya tanggal 10 Mei, sekitar pukul 04.00 WIB pagi (jam di CCTV warkop tidak real time, selisih sekitar 2,5 jam). Stand kami tutup pukul 21.30 WIB, rombong sudah digembok dua buah,” tutur Farina kepada KlikJatim, Minggu, 11 Mei 2025.
Farina mengatakan, biasanya pagar warkop bagian samping ditutup ketika semua stand di pujasera telah tutup. Namun, pada hari kejadian tampaknya pagar tersebut lupa ditutup. Esok harinya (Sabtu, 10 Mei), saat pegawai Mie Bangladesh hendak membuka stand pada pukul 14.25 WIB, mereka sangat terkejut karena rombong sudah tidak tergembok dan empat tabung elpiji (tiga kilogram) telah hilang semuanya.
Baca juga: Maling Kotak Amal di Gresik Ditangkap saat Bersembunyi di Dekat Rel Kereta[caption id="attachment_147550" align="alignnone" width="284"]
Tangkapan layar CCTV dari pengelola Mie Bangladesh Gresik saat terduga pelaku masuk ke stand/lapak (Dok/Mie Bangladesh Go Mangan)[/caption]“Bahkan laci yang terkunci pun sudah dijebol paksa. Syukurnya, di dalam laci memang tidak ada barang berharga apa pun. Akhirnya kami langsung koordinasi dengan pemilik Pujasera AGP dan mengecek CCTV-nya bersama,” sambung Farina.
Baca juga: Semen Gresik Raih Top Brand Award 2026, Bukti Kepercayaan Konsumen Tetap Kuat
Dalam rekaman CCTV, proses pencurian empat tabung elpiji tersebut terbilang singkat. Dari awal terduga pelaku memarkir motor hingga keluar membawa empat tabung elpiji hanya membutuhkan waktu 5 menit 20 detik.
Namun, di rekaman CCTV tidak teridentifikasi wajah pelaku, jenis motor, maupun pelat nomor motor yang dikendarai pelaku.
“Jadi memang sepertinya stand kami sudah diincar, karena saat pencuri datang, dia langsung menuju ke stand kami. Dan posisi stand kami juga kebetulan berada di ujung, dekat dengan pagar keluar,” beber Farina.
Baca juga: BLT DBHCHT Gresik Sasar Buruh hingga Petani Tembakau, Masing-masing Terima Rp900 Ribu
Dari kejadian ini, lanjut Farina, pihak manajemen Mie Bangladesh dan pengelola Pujasera AGP GKB akan memperketat keamanan di lingkungan tersebut untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Kami belum berencana melaporkan peristiwa ini ke polisi. Semoga tidak terjadi lagi,” pungkas Farina. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar