MALANG – Permasalahan terhadap kesehatan dan gizi anak di Indonesia masih terjadi. Hal ini membuat sejumlah kalangan ikut memberikan perhatian dengan menebar manfaat lewat pendidikan di beberapa kota. Antara lain di Malang, Pasuruan, serta Bandung, Sumedang, Lembang dan Pengalengan.
Semangat penyebaran informasi berbasis ilmiah ini sedang digalakkan oleh Frisian Flag Indonesia (FFI), bertepatan dalam momen hari pendidikan dan hari susu sedunia atau susu nusantara (world milk day) yang jatuh setiap tanggal 1 Juni.
Baca juga: Bayi Perempuan Dalam Kardus Dibuang di Kebun Tebu Gondanglegi Malang
FFI menggandeng Universitas Brawijaya, Universitas Padjadjaran serta berbagai sekolah dasar untuk menyebarkan manfaat susu melalui sosialisasi atau edukasi. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk memerangi stunting dan gizi buruk.
“Tujuan FFI sebagai perusahaan adalah Nourishing by Nature yang salah satu pilarnya adalah komitmen untuk memberikan gizi yang baik bagi anak-anak dan keluarga Indonesia,” kata Corporate Affairs Director FFI, Andrew F. Saputro.
[irp]
Dari hasil studi SEANUTS (South East Asian Nutrition Survey) yang diinisiasi Friesland Campina tahun 2012, terhadap 16 ribu lebih anak usia 6 bulan sampai 12 tahun anak-anak Indonesia mengalami bebagai permasalahan kesehatan dan gizi.
Baca juga: Enam Bulan Gasak Lima Motor, Dua Pencuri Ini Diringkus Polsek Sukun Malang
Antaranya gaya hidup kurang aktif, malnutrisi, kekurangan vitamin D serta gangguan pertumbuhan fisik atau stunting.
Lalu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2017, konsumsi susu masyarakat Indonesia hanya 16,5 liter/kapita/tahun dari target 20 liter per kapita per tahun. Konsumsi ini merupakan yang terendah di Asia Tenggara. Di Brunei Darussalam bisa mencapai 129,1 liter; Malaysia 50,9 liter; Singapura sebanyak 46,1 liter; bahkan masih jauh dibandingkan Vietnam yang berada di angka 20,1 liter susu per kapita per tahun.
[irp]
Baca juga: Malang Raya Jadi Motor Utama Transaksi AstraPay di Jawa Timur
“Dan kami berkomitmen untuk berperan aktif membantu pemerintah membangun keluarga kuat Indonesia,” lanjutnya.
Menurut dia, salah satu fokus FFI sekarang adalah membantu pemerintah memerangi stunting yang masih diderita oleh sebagian anak-anak Indonesia. Yaitu dengan penyebaran informasi berbasis ilmiah kepada mahasiwa, pemberian susu dan pembangunan fasilitas olahraga untuk anak-anak sekolah dasar.
“Kerjasama ini bukan dilandasi ‘apa yang bisa kami lakukan untuk mereka’ tapi dilandasi ‘apa yang bisa kita lakukan bersama untuk satu sama lain’,” tandas Andrew. (ky/nul/*)
Editor : Redaksi