KLIKJATIM.Com | Surabaya – Dalam upaya memperkuat sinergi antar anggota Kelompok Usaha Bank (KUB), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau yang biasa disebut Bank Jatim (bankjatim) sukses menggelar sharing session di bidang Human Capital. Acara yang berlangsung di Hotel Bumi Surabaya ini dibuka secara resmi oleh Direktur Kepatuhan bankjatim, Umi Rodiyah, serta dihadiri oleh jajaran SEVP dan Vice President Human Capital bankjatim yang turut menjadi pemateri.
Dalam sambutannya, Umi Rodiyah menekankan pentingnya penyamaan persepsi dalam pengelolaan Human Capital di lingkungan KUB. “Melalui sesi ini, kami berharap dapat menyelaraskan pemahaman terkait berbagai aspek penting, termasuk penyusunan Key Performance Indicator (KPI) bagi pengurus, unit kerja, dan individu. Standarisasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan keselarasan di antara lima anggota KUB yang bernaung di bawah bankjatim,” jelasnya.
Baca juga: Bank Jatim Borong Tujuh Penghargaan Infobank-MRI 2026, Pertahankan Layanan Terbaik 15 Tahun Beruntun
Sesi diskusi meliputi berbagai topik krusial, seperti Blueprint Human Capital, KPI bagi pengurus dan unit kerja, kebijakan penghargaan dan sanksi (punishment), remunerasi serta pengembangan karier, competency dictionary, hingga strategi sinergi Human Capital guna meningkatkan kolaborasi antar anggota KUB. Keenam aspek ini menjadi elemen penting yang harus selaras dengan kebutuhan masing-masing Bank Pembangunan Daerah (BPD).
Baca juga: Bank Jatim Gandeng KP2MI Perkuat Literasi Keuangan dan Optimalisasi Remitansi bagi Pekerja Migran
“Sharing session ini merupakan bentuk nyata komitmen kita dalam memperkuat sinergi KUB. Dengan berbagi wawasan dan pengalaman, kita dapat memastikan tidak ada kesenjangan dalam pengelolaan Human Capital, sehingga kita bisa tumbuh menjadi bank yang lebih besar dan kompetitif,” tambah Umi.
Baca juga: Bank Jatim Perkuat Layanan Publik dan Infrastruktur Kota Lewat Program CSRSebagai bagian dari strategi ekspansi, bankjatim telah berperan sebagai perusahaan induk bagi lima BPD dalam skema KUB, yaitu Bank NTB Syariah, Bank Lampung, Bank NTT, Bank Banten, dan Bank Sultra. Sejalan dengan aksi korporasi ini, bankjatim terus bertransformasi dengan berfokus pada lima pilar fundamental bisnis, yakni peningkatan keunggulan di bidang Human Capital, penguatan struktur organisasi yang adaptif, sinkronisasi prosedur yang lebih fleksibel namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, optimalisasi teknologi informasi, serta implementasi aksi korporasi melalui penyertaan modal guna mendukung pembentukan KUB.
Sebagai BPD yang inovatif dan terpercaya, bankjatim terus membuktikan daya saingnya di tingkat nasional. Komitmen ini tercermin dari kinerja solid yang ditunjukkan hingga November 2024, dengan total aset mencapai Rp109,09 triliun, penyaluran kredit sebesar Rp63,90 triliun, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp87,96 triliun, serta laba bersih Rp1,02 triliun.
Baca juga: Bank Jatim Salurkan Mobil Layanan dan Bantuan RTLH untuk Dukung Pelayanan Publik Banyuwangi
Selain itu, layanan keuangan digital Jconnect juga mencatat pertumbuhan signifikan dengan jumlah pengguna mencapai 811.575 per November 2024. Pencapaian ini menegaskan peran bankjatim dalam mendukung masyarakat dan pelaku usaha guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar