KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Jajaran Babinsa Koramil 09/Sumberrejo Kodim 0813 Bojonegoro punya agenda bahu-membahu membantu para petani di areal persawahan Desa Wotan Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro.
Tidak lama lagi akan mendekati masa panen. Namun, para petani setempat mengalami keresahan akibat serangan hama yang berpotensi merusak hasil panen. Hama tersebut menyerang batang dari tanaman padi.
Baca juga: Wujudkan Asta Cita, Bojonegoro Masuk Daftar 15 Kabupaten Berkinerja Terbaik Nasional
Dengan merebaknya serangan hama penggerek batang padi, bersama Tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), jajaran Babinsa Koramil 09/Sumberrejo Kodim 0813 Bojonegoro turun langsung ke sawah membantu Kelompok Tani (Poktan) 'Karya Sakti' Desa Wotan mengadakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama padi, Senin (20/1/2024).
Selaku Babinsa Desa Wotan, Serka Suwito, menyampaikan bahwa pendampingan jajaran Babinsa Koramil 0813-09/Sumberrejo kepada petani Desa Wotan dilaksanakan dalam rangka mendukung dan menyukseskan program yang dicanangkan oleh pemerintah di bidang ketahanan pangan.
"Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan ke pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan, dan untuk meningkatkan produktivitas hasil panen padi sesuai harapan khususnya di wilayah Kecamatan Sumberrejo," ucapnya.
Baca juga: Ratusan ASN Bojonegoro Ajukan Cuti Haji 2026
Perawatan (budi daya) padi, Serka Suwito menambahkan, harus dilakukan secara intensif agar tidak berdampak pada serangan hama dan penyakit, terutama hama penggerek batang yang dapat menyebabkan penurunan produksi padi.
"Adanya serangan hama penggerek batang dapat dipicu oleh tanam tidak serempak, penggunaan varietas yang sama secara terus-menerus serta penggunaan pestisida yang melebihi dosis aturan pakai," ujarnya.
Koordinator Penyuluh (Korluh) Pertanian Kecamatan Sumberrejo, Netti Setianingsih mengatakan, tujuan pelaksanaan kegiatan Gerdal hama penggerek batang pada tanaman padi bersama Poktan 'Karya Sakti' Desa Wotan adalah mencegah penyebarluasan hama penggerek batang yang menyerang tanaman padi, agar tetap memperoleh hasil optimal yaitu dengan cara aplikasi secara serentak dan melibatkan banyak orang (petani).
Baca juga: Langgar Aturan, Pertamina Putus Hubungan Usaha 7 Pangkalan LPG 3 Kg di Jatimbalinus
Selain itu, kegiatan Gerdal hama penggerek batang ini dapat meningkatkan pengetahuan petani mengenai penggunaan pestisida berdasarkan prinsip tepat sasaran, tepat jenis, tepat waktu, tepat dosis, dan tepat cara aplikasi.
"Diharapkan juga para petani dapat melakukan pengamatan secara rutin pasca gerdal, pengendalian lanjutan secara swadaya dan melakukan sanitasi," pungkasnya. (gin)
Editor : M Nur Afifullah