KLIKJATIM.Com | Lamongan - Pesta minuman keras di Sekretariat LA Mania Lamongan, membuat 3 orang tewas dan 2 lainnya terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena sekarat. Saat ini Polres Lamongan masih menyelidiki jenis miras yang dioplos serta darimana miras tersebut didapat.
[irp]
Baca juga: Lawan Ancaman El Nino, Kementan dan Pemkab Lamongan Masifkan Pompanisasi di Lahan Tadah Hujan
Kapolres Lamongan AKBP Harun menjelaskan, pesta miras tersebut terjadi mulai Rabu (15/4/2020) pukul 22.00 WIB hingga Kamis (16/4/2020) siang. Kemudian pada Kamis malam korban mulai bertumbangan tak sadarkan diri. Korban yang meninggal dunia masing-masing NG, AS dan seorang perempian LI tewas setelah menenggak miras. Sementara 2 orang kini masih dirawat di rumah sakit di RSUD dr Soegiri.
"Jadi dipastikan tiga orang korban tewas akibat pesta miras oplosan dan 2 kritis. Korban kritis masih dirawat di rumah sakit dan sekarang masih dalam penyelidikan. Saat ini kita masih melakukan pengembangan penyelidikan," kata AKBP Harun.
Ditambahkan, pihaknya sudah melakukan olah TKP di tempat Kantor Sekretariat LA Mania Jl Lamong Rejo yang digunakan menenggak miras serta diracik sendiri. "Setelah kita lihat, kita cek memang minuman oplosan, bukan minuman luar negeri atau apa dan ini masih diselidiki, kombinasinya apa saja," ujarnya.
[irp]
Untuk menyelidiki kejadian ini, anggota Satreskrim Polres Lamongan sudah melakukan olah TKP dan sudah mengamankan beberapa sampel miras sisa bekas minuman di lokasi. Sementara ada dua orang saksi yang sudah dimintai keterangan untuk menelusuri dari mana dan bagaimana miras ini mereka dapatkan.
Humas RSUD dr Soegiri Lamongan Budi Wignyo membenarkan kalau ada pasien yang ditangani saat ini karena keracunan yang diduga dari miras. Kelima korban, menurut Budi, masuk ke RSUD dr Soegiri Lamongan secara bertahap sejak Kamis hingga Jumat.
"Dari 5 orang tersebut, 3 meninggal dan 2 kritis dalam perawatan di RSUD dr. Soegiri Lamongan," kata Budi.
[irp]
Sementara itu Ketua LA Mania, Saptaya Nugraha turut prihatin dengan insiden pesta miras tersebut. Dia menduga, pesta miras di kantor sekretariat LA Mania di luar dugaannya. Sebab, pada Rabu tidak terlihat adanya aktifitas kegiatan di sekretariat.
Baca juga: Dekopinda Lamongan 2025-2030 Resmi Dikukuhkan, Pak Yes Optimis Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Daerah
"Sebab Rabu sore hingga malam sedang ada aktivitas pengurus LA Mania untuk mempersiapkan pengemasan masker yang akan dibagikan pada masyarakat," kata Saptaya.
Sehingga, kata dia, pesta itu diperkirakan sekitar pukul 24.00 WIB. Dia menduga yang menggelar pesta miras bukan bagian dari La Mania. Mereka yang terlibat memanfaatkan Kantor Sekretariat itu adalah, orang Lamongan dan bukan LA Mania. Menurut Nugraha, saat mereka menggelar pesta di dalam, karena kebetulan kunci pintu sedang rusak.
"Rata-rata korban kenal dengan pemilik warung yang bersebelahan dengan Kantor LA Mania. Mungkin mereka mengajak pemilik warung pesta miras dan masuk Kantor LA Mania," katanya. (hen)
Editor : M Nur Afifullah