KLIKJATIM.Com | Gresik - Pembangunan pelebaran Jalan Ruas Bringkang-Menganti Kabupaten Gresik di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pemkab Gresik masih berjalan lambat, jelang akhir tahun progres pembangunan masih 48 persen.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi menyampaikan, sesuai schedule, seharusnya progres pembangunan sudah mencapai 58 persen hingga hari ini.
Baca juga: Pemkab Gresik Kirim Bantuan Rp250 Juta untuk Korban Gempa NTT
"Kalau melihat kontraknya memang masih cukup lama. Kontraknya baru berakhir pada 27 Desember mendatang," ujar Hamdi.
Tetapi, kondisi cuaca saat ini berpotensi menghambat progres pembangunan. Diketahui, hujan mulai intens mengguyur wilayah Kabupaten Gresik.
"Kondisi ini membuat kami khawatir hasil pekerjaan pembangunan kurang maksimal, makanya kami minta agar dipercepat proses pembangunannya. Agar hasilnya bisa lebih maksimal," sambung politikus PKB asal Kecamatan Menganti ini.
Baca juga: BPJS Kesehatan Jelaskan Layanan yang Tidak Masuk Jaminan JKN
Bahkan, kalau perlu menambah pekerja, Komisi III mengaku tidak masalah, asalkan pekerjaan tuntas dan tidak molor.
"Jangan sampai nanti molor sampai melewati tahun," pungkasnya.
Baca juga: Kerusakan Jalan Ruas Desa Lampah – Bringkang Parah, Rencana Perbaikan Masih Dilelang Pemkab GresikHamdi menyampaikan, dari hasil pengawasan yang dilakukan Komisi III, diketahui banyak utilitas penting di bawah ruas jalan yang sedang dibangun, mulai kabel, pipa air dan sebagainya. Kondisi ini membuat kontraktor kesulitan untuk membangun saluran di sisi kanan dan kiri jalan.
Baca juga: Diskusi LMN Rumuskan Solusi Jaga Lingkungan Gresik Utara di Tengah Maraknya Tambang dan Tambak Udang
"Memang banyak utilitas yang semrawut, banyak kabel, pipa PDAM dan sejumlah utilitas lainnya yang tidak tertata. Kami minta agar segera diselesaikan. Kalau memang (utilitas itu) ilegal harus segera ditertibkan," ujar Hamdi.
Berdasarkan data yang dikutip Klikjatim dari LPSE Kabupaten Gresik, kontrak pembangunan pelebaran Jalan Bringkang - Menganti berlangsung sampai 27 Desember mendatang. Anggaran proyek yang dikerjakan PT Liman Jaya Transmix tersebut mencapai Rp 12 miliar, dengan panjang jalan yang diperlebar 1,8 kilometer. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar