KLIKJATIM.Com | Jember – Warga Jalan Panjaitan Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember geger dengan penemuan mayat di dalam kamar kos, Rabu (15/4/2020). Korban yang kesehariannya bekerja sebagai sales regulator elpiji ini ditemukan sudah tidak bernyawa dalam kondisi mulut berbusa.
Korban bernama Mardian Sutono, asal warga Kelurahan Bhayangkara, Kecamatan Jayapura Utara, Kota Jayapura, Provinsi Papua. Awal kematian duda berusia 33 tahun ini diketahui pertama kali oleh teman satu kamarnya sekitar pukul 21.00 Wib.
Baca juga: Mobil Dinas Diskominfo Jember Terperosok ke Jurang Akibat Longsor
Kapolsek Sumbersari, Kompol Faruk Mustafa Kamil menjelaskan, korban berada di kamar seorang diri dalam kondisi terkunci. Saat itu temannya memanggil nama korban berkali-kali sambil menggedor pintu kamar kos. Tapi karena tidak ada jawaban, saksi sempat menunggu sebelum akhirnya masuk paksa dan mengetahui korban sudah tewas.
[irp]
"Teman satu kamarnya itu Indra Siregar mau masuk kamar, tapi kok terkunci. Akhirnya ditunggu oleh saksi ini karena diduga korban sedang keluar, tapi hingga pukul 18.30 WIB kok gak datang korban ini, terus dilihat dari lubang kunci ternyata terkunci dari dalam," terang Kompol Faruk, Rabu (15/4/2020).
Kemudian saksi memanggil pemilik kos dan bersama-sama mendobrak pintu kamar korban. Begitu dibuka, saat itulah diketahui bahwa korban sudah tewas dalam kondisi telentang dan mulut mengeluarkan busa.
Baca juga: Banjir Tak Kunjung Usai, Warga Villa Indah Tegal Besar Mengadu ke DPRD Jember
Selanjutnya, polisi tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP. Petugas inafis Polres Jember pun menemukan obat Interbat, Pil CTM, dan Pil Kina warna kuning. Menurut Kapolsek, penyebab kematian korban diduga karena menderita penyakit sekaligus depresi. Hal ini sesuai keterangan beberapa saksi di lokasi kejadian, bahwa korban kerap mengeluh rasa sakit yang tak kunjung sembuh dan hidupnya sia-sia karena sudah bercerai dua kali.
[irp]
"Dari tubuh korban tidak ditemukan luka fisik, dan dugaan sementara korban meninggal karena sakit serta depresi berdasarkan keterangan saksi. Jenazah korban langsung dibawa ke Kamar Mayat RSD dr. Soebandi," jelasnya.
Baca juga: Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember
Sementara itu, Rusmani Ningsih (59), selaku pemilik kos menjelaskan, sekitar pukul 12.00 Wib korban sempat minta dibuatkan teh hangat. Lalu, korban masuk ke kamar dan menguncinya.
"Dia baru dua bulanan ngekos di sini," imbuhnya. (nul)
Editor : Abdus Syukur