KLIKJATIM.Com | Surabaya - Kementerian Kesehatan kembali memasok bantuan alat pelindung diri (APD) berupa baju 16 ribu hazmat ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bantuan tersebut diharapkan bisa dipakai oleh tenaga kesehatan di seluruh rumah sakit rujukan penanganan masa darurat Corona Virus Disease (Covid) 19 di Jawa Timur.
[irp]
Baca juga: Sinyal Kereta Api Jember–Bondowoso Kembali Menyala, Tim Ahli Mulai Petakan Jalur Nonaktif
"Untuk hari ini, kami menerima bantuan dari Kemenkes berupa baju hazmat. Jumlahnya ada 320 dus. Setiap dus berisi 50 buah baju dan totalnya ada 16 ribu," kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Gatot Soebroto, Jumat (10/4/2020) sore.
Dijelaskan, bantuan dari Kemenkes RI itu sudah kedua kalinya. Sebelumnya, pada tanggal 3 April 2020 lalu juga diterima baju hazmat sebanyak 15 ribu buah plus masker sebanyak 75 ribu. Untuk bantuan itu pihaknya hanya menerima dan membantu proses distribusi. "Kami menerima dan menyimpan di gudangnya saja. Lalu mendistribusikan sesuai arahan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jatim," ujarnya.
Baca juga: Kasus Korupsi BSPS Sumenep Memanas: Kejati Jatim Tetapkan Tenaga Ahli DPR RI sebagai Tersangka Baru
[irp]
Untuk sasaran distribusi, lanjut dia, seperti bantuan pertama yang telah diterima dibagikan khusus untuk tenaga medis dan paramedis di RS rujukan Covid 19 di Jawa Timur. Selain itu, distribusi juga dilakukan untuk fasilitas kesehatan seperti Puskesmas.
Baca juga: Wings Group Buka Lowongan Kerja untuk 49 Posisi
Sebagai catatan, saat ini terdapat 85 RS rujukan Covid 19 di Jawa Timur. Dengan bertambahnya jumlah RS rujukan maka bertambah pula jumlah fasilitas dalam bentuk ruangan observasi hingga ruang untuk isolasi. Dari 85 RS itu, juga sudah disiapkan ruangan untuk observasi, ruang isolasi tanpa tekanan negatif, ruang isolasi dengan tekanan negatif tapi tanpa ventilator, dan ruang isolasi dengan tekanan negatif dan dengan ventilator.
Sementara untuk bed yang bisa digunakan penderita corona atau yang masih berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga bertambah. Kini, jumlahnya mencapai 13.957, sehingga posisinya total bed isolasi dan non isolasi ada 13.957. Ada juga 2.499 ruangan, ini di luar dari ruang observasi yang sekarang sedang dikembangkan masing-masing bupati, wali kota. (hen)
Editor : Redaksi