KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pemain dan pelatih Persebaya Surabaya tidak mempersoalkan pembayaran gaji hanya 25 persen selama libur kompteisi. Sebab, ketentuan itu sesuai kebijakan PSSI serta memahami kondisi wabah corona yang mengharuskan penundaan kompetisi.
[irp]
Baca juga: Arus Barang Tumbuh 10,85 Persen, Pelindo Multi Terminal Cetak Kinerja Positif Semester I 2026
Pelatih Persebaya, Aji Santoso menjelaskan, pihaknya dan seluruh pemain merasakan dampak dari penghentian kompetisi akibat pandemi covid-19. Terlebih manajemen mengikuti kebijakan PSSI memberikan gaji hanya 25%.
"Gaji sudah berjalan 25 persen dan kami semua sudah tidak mempermasalahkan. Kami bisa memahami situasi karena ini memang force majeure," kata Aji Santoso.
Diungkapkan, persoalan gaji sudah clear antara manajeman dengan pemain, pelatih dan ofisial Persebaya. Mereka semua mengerti kondisi yang sedang terjadi dan tidak ada alasan unuk mempersoalkan hal tersebut.
[irp]
Baca juga: Demo Tolak Pinjaman Rp786 Miliar di DPRD Jember Memanas, Massa Cekcok dengan Ratusan Kades
"Semua pemain mengambil perannya masing-masing, yaitu menjaga kondisi fisik agar nantinya jika dikumpulkan kembali masih berada dalam level prima. Jadi, tidak ada masalah dengan besaran gaji tersebut," ucap aji seperti dkutip Bolasport.com.
Sebelumnya persoalan gaji juga sudah ditanggapi pemain Persebaya, salah satunya adalah Bayu Nugroho. Bayu mengaku sudah menerima keputusan ini dengan lapang dada dan juga untuk kebaikan bersama.
"Kami juga berusaha ikhlas menerima apa yang kami alami saat ini. Kalau dibilang berdampak buat pemain, pastinya ada. Tetapi, semuanya juga terkena dampaknya," imbuh winger berusia 27 tahun tersebut
Baca juga: Dari Pemula hingga Juara Nasional, Daya Fawziya Buktikan Pentingnya Edukasi Safety Riding
[irp]
Skuad Persebaya sudah diliburkan dari latihan sejak pertengahan Maret lalu dan sebagian besar pemain sudah berada di kampung halaman termasuk tiga pemain asing mereka. (*/hen)
Editor : Redaksi