Hujan Semalem, Empat Desa di Gresik Dilanda Banjir

klikjatim.com
Kondisi salah satu jalan desa yang terendam banjir di Kecamatan Balongpanggang, Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Sebanyak empat desa di Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik dikepung banjir akibat intensitas hujan tadi malam, Selasa (7/4/2020). Di antaranya Desa Sekarputih, Wotansari, Banjaragung, serta Desa Pucung.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik hingga pukul 07.00 Wib pada Rabu (8/4/2020) menyebutkan, banjir telah merendam ratusan rumah, jalan desa dan area persawahan seluas 105 hektar.

Baca juga: Lindungi Hak Sipil Warga, 41 Pasangan di Lamongan Ikuti Isbat Nikah Terpadu 2026

[irp]

Lebih rinci lagi, di Desa Sekarputih ketinggi genangan antara 30-50 cm, 20 rumah terendam, 20 Ha area persawahan dan jalan lingkungan sepanjang 600 meter. Desa Wotansari, tinggi genangan antara 20-40 cm dengan jumlah 92 rumah terendam, 25 Ha area persawahan, jalan poros desa sepanjang 200 meter, serta jalan lingkungan 750 meter.

Di Desa Banjaragung tinggi genangan antara 15-50 cm dan air merendam sebanyak 135 rumah, 30 Ha area persawahan, serta jalan lingkungan sepanjang 1500 meter. Sedangkan di Desa Pucung tinggi genangan 15-30 cm, area persawahan yang terendam 30 Ha, dan jalan lingkungan 500 meter.

"Sementara ini ada empat desa yang tergenang banjir di Kecamatan Balongpanggang, dan tidak ada korban jiwa,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Gresik, Tarso Sagito kepada klikjatim.com tadi pagi.

Baca juga: Riding Malam Hari? Perhatikan Enam Poin Penting Ini Agar Tetap #Cari_Aman di Jalan

[irp]

Dia menerangkan, banjir di wilayah Gresik Selatan ini akibat hujan sangat lebat sehingga debit air di sungai Kali Lamong dan anak-anak sungai langsung meningkat. Karena tidak bisa menampung air, maka meluber ke permukiman warga dan merusak beberapa fasilitas umum seperti jalan di pedesaan.

Kendati tak ada korban jiwa, tapi banjir ini mengakibatkan kerugian materiil dari beberapa fasilitas umum. Terutama bagi para petani.

Baca juga: Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas

“Mulai dari kerusakan jalan lingkungan di setiap desa, kerusakan jalan poros desa, tembok penahan tanah (TPT) rusak karena terkena banjir, dan area pertanian di perkirakan gagal panen,” pungkasnya. (iz/nul)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru