KLIKJATIM.Com | Malang - Kreatifitas guru kejuruan Tata Busana SMKN 7 Malang, Heny Purnamawati dalam mendesain batik, langsung membuahkan prestasi saat mengikuti ajang lomba Guru Creative Camp (GCC), khusus desain batik pada 2022 lalu.
Dalam ajang tersebut Heny mampu merebut juara 3. Pelaksanaan selanjutnya pada November 2023 dia berhasil meningkatkan prestasinya, yakni meraih juara 2, di GCC tingkat Jawa Timur yang digelar oleh Dinas Pendidikan, Pemprov Jawa Timur.
Baca juga: Pemkot Malang Kaji Penggunaan Kendaraan Listrik untuk Tekan Beban Operasional
"Pada gelaran GCC 2024 nanti, kami bertekad untuk berupaya serius menduduki juara 1. Kami juga ingin menjuarai batik tingkat nasional, dan serius menjadi desainer batik kondang tingkat nasional," ungkap Heny, saat ditemui di SMKN 7 Malang, Selasa 12 Desember 2023.
Perempuan berjilbab ini menceritakan, prestasi juara 3 diraihnya pada GCC 2022 lalu. Berawal dari iseng ikut-ikutan mendaftar, sewaktu lomba GCC digelar oleh Diknas. Bermodalkan kesiapan dan kemampuan terbatas, mengambil tema batik Malangan.
"Namun demikian, karya kami dinilai memiliki keunikan tersendiri. Berlatarbelakang batik warna putih. Memberikan daya tarik tersendiri, hingga memikat hati tim juri. Atas seizin-Nya, karya kreatifitas kami alhamdulilah mendapatkan juara 3 di GCC 2022," tambahnya.
Bercermin pada pengalaman 2022 tersebut, lanjut Heny, pihaknya pada ajang lomba GCC November 2023 yanigelar di Surabaya, pada 27-29 November 2023 lalu. Berupaya untuk meningkatkan kesiapannya, dan kemampuan kreatifitasnya mendesainer batik.
Upaya keseriusan yang ditempuhnya, salah satunya adalah mengikuti seminar khusus batik sogan pada Agustus 2023 lalu.
"Kami ikuti dengan seksama dan telaten. Berikutnya, kami siapkan temanya yakni inti Gaun Ready To Wear Deluxe. Berbahan dasar batik sogan asal Tuban," imbuhnya.
Baca juga: Susul Rekannya, Wakasek Sarpras SMKN Malang Ditahan KejaksaanDisinggung kombinasi apa yang akan dilekatkan pada batik sogannya tersebut. Heny menjelaskan, batik sogan sendiri sudah memiliki ciri khas. Berwarna coklat yang banyak mendominasi di kainnya, tentunya sudah memilik corak tersendiri.
"Selanjutnya kami lekatkan motif seekor burung Lok Chan dan kembang Waluh dibeberapa bagiannya. Kenapa memilih dua motif itu, lantaran memiliki filosofi khusus. Untuk bisa mewujudkan impiannya menjadi kenyataan," jelas dia.
Baca juga: Bayi Perempuan Dalam Kardus Dibuang di Kebun Tebu Gondanglegi Malang
Ditanyakan kembali apa arti filosofi burung Lok Chan dan kembang Waluh Heny menjawab bahwa pada dasarnya seekor burung apapun bisa berterbang. Termasuk burung Lok Chan, mampu berterbang meliuk tinggi di udara. Begitu pula impian pada dirinya seperti seekor burung Lok Chan tersebut.
"Sementara, filosofi kembang Waluh. Kami artikan penuh keindahan. Secara keseluruhan makna burung Lok Chan dan kembang Waluh. Menggambarkan impian atau cita-citanya yang tinggi, senantiasa dipenuhinya keindahan. Nantinya kami perjuangkan untuk mewujudkannya," jawabnya.
Dia bilang, nilai yang diberikan oleh tim juri. Meliputi penilaian dari kerapiannya, kombinasi perpaduannya secara apik. Baik segi warna, pola dengan gaunnya. Termasuk penataannya maupun tingkat ketelitiannya turut dinilai.
"Kami di lokasi sewaktu penilaian berlangsung, dengan harap-harap cemas. Situasi persaingan yang ketat, berupaya mempersembahkan karya terbaiknya. Dinilai oleh tim juri yang berkompeten dan ahli di dunia batik. Kesemuanya dinilai dan dicermati secara detail," ujar Heny.
Di tempat yang sama, Kepala SMKN 7 Malang, Suprijana, S.Pd mengapresiasi sekaligus memberikan penghargaan setinggi-tingginya. Atas karya dan prestasinya di Jawa Timur.
Baca juga: Enam Bulan Gasak Lima Motor, Dua Pencuri Ini Diringkus Polsek Sukun Malang
"Kami berharap dan berdoa untuk Bu Heny Purnamawati. Guru kejuruan SMKN 7 Malang ini, kembali meraih kemenangannya pada GCC 2024 mendatang. Termasuk guru-guru serta siswa-siswi di SMKN ini. Pada ajang lomba atau kejuaraan lainnya, lokal, regional maupun nasional dan internasional," tutur Prijana kepada Klikjatim.
Prestasi lainnya, dikemukakan Prijana, guru fisika yakni Siti Hanik berhasil meraih prestasi tulisan karya ilmiah juara 1 ditingkat Jawa Timur. Ditambah lagi, dua siswa-siswinya, pada bulan yang sama.
Anak-anak berhasil meraih juara 1 pada kejuaraan olahraga gulat. Serta lomba Late Art (hiasi minuman kopi) juga juara 1 ditingkat Jawa Timur. Kami terus berupaya memberikan dukungan. Berupa dukungan spirit atau doa maupun fasilitasi.
"Dukungan bentuk reward, untuk sementara ini belum terwujudkan. Semoga pada tahun-tahun berikutnya segera terealisasi. Pasalnya, anggaran untuk pengembangan, peningkatan dan kemajuan SMKN. Kami masih fokuskan skala prioritas pada sarpras dan lainnya. Namun begitu, kami tetap berupaya memberikan yang terbaik untuk semuanya," pungkasnya. (qom)
Editor : iwan Irawan