KLIKJATIM.Com | Gresik – Pemkab Gresik merampungkan pembangunan 7 titik palang pintu perlintasan kereta api sebidang tahun ini.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, yang dibangun tidak sebatas palang pintu perlintasan saja. Melainkan juga pos penjagaan, sekaligus tenaga penjaga dari masyarakat sekitar yang digaji oleh Pemkab Gresik melalui Dinas Perhubungan.
Baca juga: Semarakkan HUT ke-81 RI, Icon Mall Gresik Gandeng PMI Gelar Aksi Kemanusiaan Donor Darah
Dijelaskan, pembangunan palang pintu perlintasan Kereta Api sebidang ini telah melalui kajian secara mendalm sejak tahun 2022. Setelahnya, Pemkab Gresik menganggarkan anggaran sebesar Rp1,5 miliar rupiah untuk menjamin keselamatan masyarakat kala melintasi perlintasan kereta api sebidang.
"Tidak berhenti disitu, pada tahun depan, Pemkab Gresik berencana akan membangun dua titik perlintasan kereta api sebidang di Kecamatan Kebomas," tutur Yani saat peresmian palang pintu perlintasan kereta api di Dusun Jambu Kecamatan Cerme, Jum'at (11/08/2023), yang juga dihadiri langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Toni Harmanto.
Baca juga: Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu di Gresik Akan Ditutup DishubDalam kesempatan tersebut, Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto juga memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Fandi Akhmad Yani. Apresiasi ini diberikan lantaran kepedulian Gus Yani sebagai kepala daerah dalam upaya menjamin keselamatan bagi masyarakat di ruang terbuka.
"Ini merupakan momen luar biasa, sebagai suatu upaya pemimpin kepala daerah peduli pada keselamatan warga di ruang terbuka. Hari ini Bupati Gresik telah membuktikan dengan membangun 7 lintasan sebidang dengan palang pengaman, pos penjaga sekaligus penjaganya. Saya berharap ini menjadi role model bagi pemimpin daerah lain," ujar Kapolda.
Baca juga: Rebo Wekasan di Telaga Sumber, Bupati Gresik Ajak Masyarakat Rawat Tradisi dan Perkuat Kerukunan
Permasalahan perlintasan kereta api sebidang menurut Kapolda Jatim cukup mengkhawatirkan. Data yang tercatat pada tahun 2021 terdapat 144 kejadian kecelakaan di perlintasan kereta api sebidang.
Kemudian pada tahun 2022 mengalami kenaikan menjadi 175 kasus kecelakaan, dan dari Januari 2023 - saat ini sudah terjadi 31 kejadian kecelakaan.
Baca juga: Diduga Curi Uang Rp380 Ribu di Toko Kelontong, Pria di Driyorejo Gresik Diamankan Polisi
"Ini bukan masalah musibah yang ditimpakan kepada korban karena mereka dianggap lalai, namun dibalik itu ada kewajiban yang harus dilakukan oleh para kepala daerah. Ini ada tanggung jawab hukum yang harus dipikul terhadap mereka yang masih belum peduli terhadap masalah ini,” tambahnya.
Perlu diketahui, perlintasan Kereta Api sebidang adalah perpotongan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan. Isu yang menonjol pada perlintasan sebidang adalah tingginya angka kecelakaan lalu-lintas antara kendaraan dengan kereta api, terutama pada perlintasan yang tidak dijaga. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar