Penerapan NLE di Pelabuhan Gresik Diyakini Pangkas Biaya Logistik

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Deklarasi bersama percepatan implementasi NLE di Pelabuhan Gresik bersama KSOP Kelas II Gresik, Bea Cukai Gresik, Pemkab Gresik dan Lamongan (Qomar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Penerapan National Logistics Ecosystem atau biasa disingkat NLE di Pelabuhan Gresik dimulai. Hal ini ditandai dengan deklarasi penandatanganan deklarasi bersama percepatan implementasi NLE di Kabupaten Gresik dan Lamongan.

Hingga saat ini, NLE telah diterapkan pada 14 pelabuhan dan ke depan akan diperluas ke 32 pelabuhan serta 6 bandara termasuk Pelabuhan Laut Gresik.

Baca juga: Diduga Curi Uang Rp380 Ribu di Toko Kelontong, Pria di Driyorejo Gresik Diamankan Polisi

Sementara tercatat lebih dari 15 Kementerian dan Lembaga (K/L) dan lebih dari 50 platform logistik yang telah berhasil diintegrasikan melalui Indonesia National Single Window (INSW) ke dalam platform NLE di bawah pengelolaan LNSW Kementerian Keuangan.

Kepala Kantor Bea Cukai Gresik Wahjudi Adrijanto mejabarkan, penataan ekosistem logistik juga merupakan bagian dari program Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) pada sektor pelabuhan dan logistik untuk mewujudkan sistem logistik yang efisie, bebas pungli, berbiaya murah, transparan serta akuntabel.

“Seluruh K/L dan stakeholder yang bergerak di bidang arus logistik yang ada di wilayah Gresik dan Lamongan sangat mendukung program NLE ini, sehingga terwujudlah kegiatan deklarasi bersama untuk percepatan implementasi NLE," ungkap Wahjudi.

Baca juga: Cegah Sabotase di Pelabuhan, KSOP Gresik Gelar Joint Exercise ISPS Code 2022

Dijelaskan, pembenahan layanan logistik melalui NLE melingkupi 4 (empat) pilar yaitu simplifikasi proses bisnis layanan pemerintah dan swasta, kolaborasi platform logistik (penyedia transportasi, shipping, gudang, dsb), kemudahan pembayaran, dan penataan infrastruktur.

"Kelancaran sistem dan proses bisnis dari implementasi NLE adalah yang paling diharapkan setelah dilaksanakan deklarasi, agar tujuan nasional dari penerapan NLE dapat tercapai untuk demi peningkatan ekonomi nasional," imbuh Wahjudi.

Baca juga: Pesta Merdeka Green Garden Regency, Tawarkan Bonus Furniture Rp17 Juta Tanpa Diundi

Sementara itu, Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik Hotman Siagian menjabarkan, pada tahun 2023 ini pelabuhan Gresik menjadi salah satu dari 32 pelabuhan laut dan enam bandar udara perluasan penerapan layanan NLE.

Dikatakan, NLE akan menyelaraskan arus lalu lintas barang dan dokumen, sejak kedatangan sarana pengangkut hingga barang di gudang.

"Prinsipnya adalah kolaborasi melalui pertukaran data, simplifikasi proses bisnis, penghilangan repetisi dan duplikasi serta didukung dengan Teknologi Informasi," tutur Hotman.

Hotman menjelaskan, KSOP Kelas II Gresik mempunyai tugas melaksanakan pengaturan, pengendalian dan pengawasan kegiatan kepelabuhanan dan pelabuhan yang diusahakan secara komersial yang ditunjuk sebagai koordinator aksi reformasi tata kelola pelabuhan sangat mendukung berjalannya NLE di Pelabuhan Gresik.

Baca juga: Atasi Kekeringan 200 Hektare Sawah, Gresik Dapat Tambahan Program Infrastruktur Pengairan dan Alsintan

Hotman meyakini penerapan NLE di Pelabuhan Gresik dapat mendorong mewujudkan ekosistem logistik digital dan biaya logistik yang kompetitif serta dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada para stakeholder pelabuhan Gresik.

"Terutama dalam hal kecepatan ketepatan dan kepuasan layanan operasional Pelabuhan yang pada akhirnya dapat menciptakan iklim usaha dan investasi di Jatim khususnya Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan," tandas Hotman. (qom)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru