KLIKJATIM.Com | Gresik - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di 34 SMP Negeri di Gresik akan segera dimulai. Jumlah pagu yang disiapkan sebanyak 7.552 bangku sekolah.
Berdasarkan data Dispendik, pelaksanaan PPDB tahun 2022 kemarin diikuti sebanyak 9.602 siswa. Sedangkan siswa yang bisa diterima di SMPN hanya 7.552. Artinya ada sebanyak 2.050 siswa yang tidak diterima PPDB SMPN Negeri pada 2022 lalu.
Padahal kenyataannya, dari pagu yang disediakan Dispendik pada PPDB tahun lalu, masih belum terisi penuh sampai PPDB ditutup. Tercatat masih ada 453 pagu di sembilan SMPN yang tidak terisi.
Ketua Pelaksana PPDB Dispendik Pemkab Gresik Herawan Eka Kusuma menuturkan, sebetulnya disayangkan apabila pagu tersebut tidak bisa terpenuhi. Sebab masih banyak siswa yang ingin masuk sekolah negeri namun terkendala jarak zonasi maupun tidak memiliki prestasi.
Sehingga pihaknya mewacanakan setelah proses PPDB dari semua jalur selesai, sisa pagu yang masih kosong ini bisa dimanfaatkan untuk siswa.
"Misalnya di SMP Balongpanggang masih ada pagu kosong, siswa yang dari Cerme atau Benjeng kan terkendala jarak, ini tetep bisa mendaftar disana dengan catatan semua jalur sudah selesai ditempuh," ucapnya.
Baca juga: Pererat Sinergi Ulama–Umara, Kapolres Gresik Silaturahmi ke MUI
Baca juga: Fasilitas Radioterapi Akan Ada di RSUD Ibnu Sina Gresik
Meski demikian, pihaknya masih mematangkan wacana ini. Sebab peru diruntut regulasi yang mengatur PPDB ini. Selain itu juga perlu singkronisasi dengan penyedia jaringan pelaksanaan PPDB mendatang.
Herawan menyebut, pihaknya ingin website pelaksanaan PPDB itu bisa menampilkan sisa pagu di masing-masing sekolah. Sehingga siswa atau wali murid bisa memantau sekolah mana yang masih tersisa pagunya.
Baca juga: Dosen FISH UNESA Bersama PPI Taiwan Dorong Penguatan Identitas Budaya Diaspora Indonesia
"Dilihat kemarin kan banyak yang tidak diterima sekolah negeri karena terkendala jarak atau tidak cukup prestasinya,” imbuhnya.
Selain jalur mandiri ini, pihaknya sudah menyiapkan jalur yang tidak masuk zonasi ke dalam jalur afirmasi. Di dalam jalur afirmasi itu, para siswa yang rumahnya jauh dari sekolah, bisa mendaftar melalui afirmasi. Namun terdapat persyaratan. Salah satunya berasal dari keluarga kurang mampu dan jarak sekolah jauh.
"Ini kami masih mematangkan juknis PPDB. Sekaligus kooridnasi dengan penyedia jaringan,” tandasnya. (yud)
Editor : Abdul Aziz Qomar