Pimpinan DPRD Minta OPD Penghasil Disiplin Dalam Menggali Pendapatan Daerah

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Rapat evaluasi APBD triwulan I (Abd Aziz Qomar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Kalangan Dewan meminta Pemkab melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil agar disiplin mengejar target pendapatan daerah yang telah dicanangkan.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Gresik Much Abdul Qodir, dalam rapat evaluasi kinerja triwulan I tahun 2023 antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemkab Gresik, Selasa (02/05/2023).

Baca juga: Ratusan Pebasket Ramaikan Turnamen 3 on 3 Gressmall, Gresik Punya Lapangan Standar Internasional

Qodir menegaskan, bahwa target pendapatan yang dicanangkan dalam APBD 2023 telah melalui kajian matang berdasarkan potensi.

"Saya kira yang perlu dipertajam adalah kiat-kiatnya agar pendapatan tercapai, nanti dalam pembahasan (Evaluasi) tingkat komisi, hasil atau kesepakatannya harus dijalankan dengan disiplin oleh OPD," kata dia.

Sementara itu, anggota Banggar dari Fraksi PKB, Syahrul Munir mengusulkan agar dilakukan rasionalisasi target, mengingat beberapa pos pendapatan yang hampir tidak mungkin dicapai, seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Karena belanja dan pendapatan sebenarnya kan balance (seimbang), bagiamana kalau belanja besar namun tidak ada uangnya," ujar dia.

Baca juga: Target Pendapatan Parkir di Gresik Rp9 Miliar, Triwulan I Baru Tercapai Rp900 Juta

Baca juga: Semarak Lomba Basket 3 on 3 di Giri Elevation Court Gressmall, Jadi Kawah Candradimuka Atlet Muda Gresik

Syahrul menyontohkan, pos pendapatan retribusi PBG di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu misalnya, dengan formulasi baru penghitungan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), dari sebelumnya IMB akan berpotensi menurun pendapatan.

Senada dengan Syahrul, Anggota Banggar dari Fraksi Gerindra, Taufiqul Umam menyoroti pos pendapatan dari sektor pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB) alias galian C.

Taufiq menduga keras, bahwa pos pendapatan dari Pajak MBLB ini masih rawan kebocoran.

Baca juga: Otak Pemalsuan SK ASN Pemkab Gresik Ditangkap di Kalimantan Tengah

"Saya bahkan bersama tim saya mengamati sendiri arus keluar masuk truk pengangkut galian di polowijo, di pos lima penjagaan itu ada 500 sampai 600 truk besar keluar mengangkut galian. Kami amati tiga hari berturut-turut jumlahnya sama. Padahal belum titik tambang yang lain," ujarnya.

Memang, salah satu pos pendapatan yang paling jeblok pada triwulan pertama ini yakni sektor pajak MBLB. Dari target yang dicanangkan Rp5 Miliar baru terkumpul Rp539 juta.

"Nah ini yang harus yang kita evaluasi, Kami coba cari celah kebocoran (agar) bisa tertutup," tandas Taufiq. (yud)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru