KLIKJATIM.Com | Gresik — Banjir yang melanda Desa Jono Kecaman Cerme Kabupaten Gresik sejak Jumat (24/02/2023) kemarin menyebabkan kerugian hingga miliaran rupiah.
Kerugian tersebut timbul akibat terendamnya tambak budidaya ikan milik masyarakat setempat seluas 150 hektare.
Baca juga: Okupansi Hotel Santika Gresik Penuh Saat Gelaran Haul Habib Abu Bakar Assegaf
Kepala Desa Jono, Asrun, mengungkapkan, jika dikalkulasikan dengan luas tambak yang tenggelam, kerugian diperkirakan mencapai Rp2,2 miliar.
"Dengan perkiraan 1 hektar tambak mengalami kerugian Rp 15 juta," ungkapnya.
Baca juga: Cargill Indonesia Edukasi Pelajar dan Santri Gresik Lawan Narkoba
Baca juga: Pertahankan TOP CSR #Star 5 Selama Lima Tahun, Petrokimia Gresik Borong Penghargaan Nasional
Selain tambak, 80 rumah warga Jono terendam karena luberan air akibat tanggul kali Lamong jebol.
Asrun menjelaskan, sekitar tiga hari yang lalu, warga gotong royong membuat tembok penahan tanah dari bambu, untuk antisipasi air masuk.
"Namun akhirnya ada tanggul yang jebol, yang jarak dari pemukiman sekitar 2 km," bebernya.
Baca juga: Puluhan Ribu Jamaah Diprediksi Hadiri Haul Habib Abu Bakar Assegaf di Gresik, Simak Titik Parkirnya
Dia mengungkapkan, banjir masih belum akan surut, karea saat ini debit aeir kali Lamong masih tinggi.
"Sementara ini belum ada warga yang mengungsi. Namun kami sudah menyediakan posko di Balai Desa. Disana (Balai Desa) juga ada beberapa bantuan makanan, minuman, mie instan," ungkapnya. (yud)
Editor : Abdul Aziz Qomar