KLIKJATIM.Com | Gresik — Pekerjaan jembatan Kacangan, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, molor dari jadwal. Hingga kini perkembangan pekerjaan masih berjalan sekitar 60 persen.
Padahal, sesuai kontrak seharusnya pekerjaan rampung pada tanggal 31 Desember 2022 kemarin. Dan sekarang terpaksa ada penambahan waktu 50 hari ke depan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Baca juga: Buka Evaluasi Kinerja PUTR, Wabup Gresik Dorong Penguatan Akselerasi Perbaikan Jalan
Baca juga: Jembatan Kacangan Benjeng Ambruk, Akses Warga di Beberapa Desa Terputus
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik, Eddy Pancoro mengatakan, saat ini tahapan pekerjaan masih menunggu komponen kerangka baja utama, yang pemesanannya dari Cikarang, Jawa Barat (Jabar). "Kami adendum kontraknya (tambahan klausula, red) dengan denda karena tidak selesai sesuai jadwal. Ini dilanjutkan lewat tahun. Perpanjangan 50 hari atau maksimal 18 Februari 2023," kata Eddy, Selasa (3/1/2023).
Dia mendesak pihak rekanan proyek untuk menggenjot pekerjaan agar bisa cepat selesai. Apalagi dendanya bersifat progresif. Semakin lama pekerjaan selesai, pihak rekanan akan menanggung denda bertambah besar pula.
"Kami rutin melakukan kontrol ke lapangan agar progres pekerjaan tidak meleset lagi," imbuhnya.
Baca juga: Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Banjarsari Gresik
Berdasarkan hasil laporan terakhir pada 27 Desember 2022, pihak DPUTR masih melakukan pembayaran sekitar 64 persen. Angka tersebut belum termasuk progress pembangunan dalam seminggu ini.
"Seminggu ini juga terus berprogres, namun hasilnya belum dilaporkan. Seperti pengerjaan lantai dasar dan lain sebagainya. Sehingga prosentasenya otomatis juga bertambah," terangnya.
Dia mengungkapkan bahwa pihak rekanan telah menyelesaikan bentang 30 meter hingga konstruksi penyangga. Sekarang tinggal menunggu kerangka baja untuk bagian bentang utama sepanjang 60 meter, yang masih dalam perjalanan dari Jawa Barat. Jika kerangka baja itu sudah terpasang, prosentase penyelesaian proyek akan naik signifikan.
Baca juga: Pisah Sambut Kapolres Gresik, Bupati Apresiasi Dedikasi AKBP Rovan dan Sambut Kapolres Ramadhan
"Kendala utamanya kalau debit air Kali Lamong naik, lokasi proyek pasti tergenang, sehingga menunggu surut atau dipompa terlebih dahulu. Meskipun di lokasi tidak hujan, kalau di hulu hujan lokasi proyek pasti tergenang. Semoga ke depan lancar," papar Eddy.
Baca juga: DPRD Gresik Minta Ahli Konstruksi Dilibatkan Investigasi Ambruknya Jembatan Kacangan
Sekedar informasi nilai kontrak proyek pembangunan kembali Jembatan Kacangan, yang menghubungkan Kecamatan Benjeng - Kedamean sebesar Rp13 miliar. Target dalam kontrak tersebut selesai pada akhir Desember 2022. Namun kenyataannya terjadi kemoloran dari jadwal yang belum selesai sampai sekarang. (nul)
Editor : Abdul Aziz Qomar