Terpukau Wisata Baru Gresik, Menparekraf Ingin Bandar Grissee Jadi Event Tahunan dalam KEN

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani bersama Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno keliling kawasan Kota Lama Bandar Grissee menggunakan mobil listrik. (For klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Menteri Pariwisata dan Ekonomis Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno meresmikan kawasan wisata Gresik Kota Lama (GKL) Bandar Grissee, Minggu (18/12/2022). Sandiaga menyempatkan berkeliling di kawasan tersebut bersama Bupati Fandi Akhmad Yani menggunakan mobil listrik.

Dia mengaku terkesan dengan keberadaan Bandar Garisse. Menurutnya, wisata pariwisata berbasis kebudayaan ternyata sangat diminati, terutama oleh kalangan muda. "Saya tadi sudah melihat videonya, sangat cantik. Sudah berkeliling juga dengan mobil listrik," ujarnya.

Baca juga: Pendapatan Retribusi Sewa Wahana dan Venue Milik Pemkab Gresik Lampaui Target

"Menurut UNESCO, heritage city dapat memperkuat karakter suatu tempat, membuka peluang bisnis dan memberikan pendapatan lebih tinggi," sambung Sandiaga.

Dengan warisan budaya yang kaya mulai dari kebudayaan Arab, China, Melayu, maupun dari kebudayaan Indonesia, optimis bahwa Bandar Garisse dapat menarik wisatawan. Sehingga menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Faktanya, UMKM adalah pencipta 97 persen lapangan pekerjaan," imbuh Sandi.

Untuk itu, dia dan jajaran Pemerintah Kabupaten Gresik akan berkolaborasi, beradaptasi dan berinovasi agar kawasan wisata heritage Gresik ini tumbuh dan membawa dampak ekonomi yang positif bagi rakyat.

Baca juga: Siapkan Dana Multiyears Hingga 2029, Pemkab Gresik Fokus Perbaikan Jalan Poros Desa

"Tahun depan, event Bandar Grisse ini harus menjadi agenda tahunan festival nusantara yang tercatat di Kharisma Event Nusantara (KEN)," tegas Sandiaga.

Sekedar informasi dikutip dari website Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kharisma Event Nusantara atau KEN merupakan strategi kolaborasi Kemenparekraf bersama Pemerintah Daerah dan seluruh stakeholder pariwisata, untuk menaikkan citra pariwisata Indonesia dan penggerak kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

KEN juga sebagai wada event berkualitas dari 34 provinsi di Indonesia. Tujuan diadakannya KEN adalah sebagai sarana mempromosikan destinasi wisata di berbagai daerah melalui pagelaran festival yang menarik wisatawan untuk berkunjung.

Baca juga: Efisiensi Anggaran Jadi Tantangan, Bupati Gresik Ajak Stakeholder Tajamkan Arah RKPD 2027

Nah, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sendiri optimis dengan kolaborasi bersama Kementerian Pariwisata, wisata budaya ini akan diminati.

"Bandar Grisse ini merupakan upaya melestarikan warisan budaya dan sejarah Kabupaten Gresik, yang kita konsep entertainment dan wisata," katanya.

Mudah-mudahan, sambung Yani, dengan tumbuhnya berbagai komunitas budaya bisa meramaikan dan menjaga kelestarian budaya ini. "Saya yakin dengan kita beriringan, Gresik sebagai kota industri bisa berjalan selaras dengan pariwisata," tuturnya. (nul)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru