Kenalkan Budaya Samin ke Dunia Melalui Festival Samin Bojonegoro

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro--Festival Samin ke 6 tahun 2022, Komunitas Masyarakat Samin Bojonegoro gelar Ngangsu Kaweruh Samin belajar bersama uri - uri adat istiadat dan nilai kebaikan ajaran Samin Surosentiko. Dengan mengambil tema 'Samin dalam Kacamata Dunia' ini, Beberapa ajaran Samin seperti Ngudi Roso (menghilangkan perbuatan hina dan tidak jujur) dan Sami-sami Sapodo Saduluran (sesama manusia hidup rukun saling berdampingan) terus digaungkan.

Dalam acara tersebut, Camat Margomulyo Diah Enggarini mengatakan, melalui festival samin selain sebagai daya tarik pariwisata kebudayaan juga merupakan upaya dilakukan dapat menepis stigma negatif masyarakat terhadap sebutan Samin atau Nyamin, yang sering dipandang sabagai orang kolot. Namun, laku teguh pada prinsip itu yang dipertahankan.

Baca juga: Hari Otoda dan Hardiknas 2026, Pemkab Bojonegoro Perkuat Komitmen Bangun SDM Unggul

Menurutnya ajaran samin merupakan filosofi kehidupan dengan makna yang dalam dengan mengajarkan kebaikan kepada manusia. "Implementasi dari ajaran-ajaran kebaikan Samin yang hari ini masih tetap dipegang Teguh oleh masyarakat dan komunitas samin yang terutama ada di Dusun Jepang nilai - nilai kejujuran, kebersamaan tanpa membedakan, terus terjaga disini dan ini harus kita sebarkan," ujar Diah.

Sementara itu Nuril Huda salah satu Dosen dan praktisi pendidikan UIN sunan Ampel Surabaya menambahkan, pendidikan menjadi ruang paling strategis dalam upaya transfer of value pada generasi mendatang dalam internalisasi nilai Samin melalui proses pembelajaran.

Kelima nilai itu adalah Laku jujur sabar trokal lan nrimo, ojo dengki srei dahwen kemeren pekpinek barange liyan, ojo mbedo mbedakne sapodo padaning urip kabeh iku sedulure dewe, ojo waton omong omong sing nganggo waton, biso roso rumongso. (Lima dasar ajaran Samin itu mengajarkan nilai nilai luhur tentang kejujuran, spiritual dan sosial, peduli pada alam, serta menjauhkan diri dari sifat merugikan orang lain).

"5 ajaran ini identitas yang perlu terus kita kembangkan sehingga masyarakat lebih mudah memahami apa dan siapa dan bagaimana caranya, ini perlu terus dijaga dan mentransformasikan nilai Samin ini kepada generasi mendatang dan ini wilayah yang paling strategis adalah dunia pendidikan, baik secara formal maupun informal," katanya.

Baca juga: Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang, Wabup Nurul Azizah Siapkan Strategi Amankan Air Bersih

Selaras dengan yang disampaikan, Ari ambarwati salah satu dosen sastra UIN Malang mengatakan, pembuatan narasi tokoh Samin Surosentiko untuk materi bacaan sastran ini menjadi penting untuk mentransfer nilai - nilai kebaikan ajaran samin di setiap lini masyarakat.

"Jadi untuk supaya orang lain itu juga tahu bahwa tidak hanya teman-teman komunitas samin tapi juga akhirnya bisa diakses bisa dibaca baik dalam bentuk serial dengan memakai bahasa Jawa yang biasa digunakan yang membaca akan mendapatkan teladan baik dan kemudian bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.

Dikatakan, Sri Wahyuni Dosen UIN Malang mengatakan perlu penanaman nilai ajaran kebaikan Samin untuk Generasi Z saat ini. menurutnya karekter generasi z ini yang cenderung multitaksking dengan prilaku yang unik perlu adanya kontrol dan penanaman nilai kebaikan ajaran samin yang kemudian menjadi pengendali terhadap diri.

Baca juga: Bupati Bojonegoro Raih UB Halal Metric Award 2026, Perkuat Ekosistem Halal dan Daya Saing UMKM

"Tentunya dengan sisipkan nilai kebaikan ini melalui berbagai model pembelajaran generasi Z, dengan karakteristiknya yang unik dapat memanfaatkan kehadiran teknologi sehingga dapat mengakomodasi kecenderungan mereka belajar sehingga nilai itu kita masukkan," pungkasnya.(mkr) 

Editor : M Nur Afifullah

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru