KLIKJATIM.Com | Surabaya - Dinas Pendidikan Jawa Timur meminta seluruh siswa untuk tetap meningkatkan belajar di rumah dan mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat di rumah. Selain itu, orang tua diminta memantau anak-anaknya agar tidak keluar rumah tanpa ada kegiatan yang jelas.
[irp]
Baca juga: Program ESDM Dipertanyakan, 5 Motor Listrik Konversi Pemkab Jember Diduga Mangkrak dan Tak Terawat
Kadispendik Jatim, Wahid Wahyudi mengungkapkan, pemerintah melalui Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 4 Tahun 2020 sudah membatalkan ujian nasional. Untuk itu dia mengimbau kepada seluruh siswa di Jatim tidak bersantai meskipun ujian dibatalkan. Siswa harus bisa memanfaatkan waktunya dengan terus belajar di rumah, mempersiapkan tes masuk perguruan tinggi. "Manfaatkan waktu yang baik ini untuk belajar di rumah. Untuk selalu online dengan guru mata pelajaran," kata Wahid Wahyudi.
Mantan Kadishub Jatim ini menambahkan, meskipun nilai UN tidak lagi menjadi standar kelulusan selama satu tahun terakhir, namun ini jangan dijadikan alasan untuk bersantai di rumah. "Saat ini parameter kelulusan siswa ada tiga. Yaitu rata-rata nilai rapor, nilai ujian sekolah dan praktikum," jelas Wahid.
Baca juga: Pecahkan Rekor Sejarah! Misi Dagang Jatim di Malaysia Tembus Transaksi Rp15,25 Triliun
[irp]
Sementara nilai UN digunakan sebagai pertimbangan masuk perguruan tinggi. Nilai UN juga digunakan sebagai alat ukur kualitas satuan pendidikan di tingkat provinsi. Maka, dengan ditiadakannya UN, Wahid berharap agar perguruan tinggi menyesuaikan dengan menggunakan pertimbangan nilai lain untuk seleksi masuk PTN.
Baca juga: Apresiasi Perjuangan Atlet, KONI Sampang Guyur Reward bagi Peraih Medali Porprov Jatim 2025
Wahid juga berpesan kepada siswa agar tidak malah keluyuran dan bermain di luar rumah setelah peniadaan UN ini. Untuk mencegah risiko penularan yang tinggi. "Tujuan dihapuskannya UN ini kan untuk menghindari kerumunan untuk mencegah penularan Covid-19. Maka dari itu setelah ditiadakan ya tetap di rumah belajar, jangan keluyuran," kata Kadispendik Jatim. (rtn/hen)
Editor : Wahyudi