Penyebab Minim Pendaftar Siswa SD di Ponorogo, Sekretaris PPDB : Angka Kelahiran Sedikit

klikjatim.com
Kegiatan siswa SDN Jalen sedang mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Tidak hanya Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jalen saja yang hanya menerima satu siswa dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022/2023 di Kabupaten Ponorogo. Kondisi serupa juga terjadi di 2 SDN lainnya di Kabupaten Ponorogo.

"Sekolah yang hanya 1 siswanya SDN Jalen di Kecamatan Balong, SDN Bringinan di Kecamatan Jambon dan SDN 1 Ngrogung di Kecamatan Ngebel," ujar Sekretaris Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kabupaten Ponorogo, Soiran, Rabu (13/7/2022). 

Baca juga: Ribuan Pelayat Antar Pemakaman Pemimpin Ponpes Gontor Ponorogo

Totalnya, kata dia, ada 579 SDN di bumi reog. Dan, tiga SDN hanya menerima 1 siswa sewaktu PPDB online ditutup. Sedangkan yang hanya menerima 2 siswa ada 12 SD. Sedangkan yang pagu terpenuhi hanya 2 SD Negeri saja. 

Dia mengatakan bahwa proses belajar mengajar tetap berlangsung. Sekolah juga masih bisa menerima siswa hingga cut off dapodik (Data Pokok Pendidikan) pada 31 Agustus 2022.

Baca juga: Setahun, Kejari Ponorogo Ungkap 4 Perkara Korupsi

"Masih bisa menerima siswa. Nanti dimasukkan Dapodik. Kalau sampai PPDB online sudah selesai, ya itu ada 3 sekolah yang hanya satu siswa," kata Soiran.

Hasil analisa Dindik Ponorogo terkait minimnya pendaftar karena angka kelahiran sedikit. Kedua polemik KB dinilai berhasil. Usia sekolah SD maupun SMP di lembaga lain statistik menurun.

Baca juga: Longsor Kembali Terjadi di Ponorogo, Enam KK di Desa Banaran Sempat Terisolir

Sebelumnya, pada tahun ajaran baru 2022/2023 di SDN Jalen, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, terasa berbeda. Pasalnya SD itu hanya mendapatkan 1 siswa saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). (nul)

Editor : Fauzy Ahmad

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru