KLIKJATIM.Com | Surabaya - Hingga Selasa (24/3/2020) pukul 18.00, ada dua pasien positif korona di Jawa Timur yang meninggal dunia. Sementara lonjakan terjadi pada orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 2003 orang, kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) ada 142 orang dan 51 positif COVID-19 (coronavirus)
[irp]
Baca juga: Arus Barang Tumbuh 10,85 Persen, Pelindo Multi Terminal Cetak Kinerja Positif Semester I 2026
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam keterangannya kepada wartawan di Grahadi menjelaskan, jumlah positif korona memang ada tambahan 10 orang dibanding data Senin (23/3/2020) kemarin. Sehingga total ada 51 orang positif COVID-19 di Jatim. "Kalau Senin datanya masih 41 orang yang positif, kini ada tambahan 10 orang pasien positif baru. Sehingga jumlah total positif di Jatim mencapai 51 orang ," kata gubernur.
Disebutkan, tambahan 10 orang tersebut tersebar di Magetan ada 5 orang, kemudian 2 orang di Surabaya, ada 2 lagi di Sidoarjo dan 1 Kota Malang. Sementara untuk keseluruhan positif 51 orang di Jatim itu terdiri dari 31 dari Surabaya, 6 dari Malang, 8 dari Magetan, 5 dari Sidoarjo dan 1 Kabupaten Blitar.
[irp]
Baca juga: Demo Tolak Pinjaman Rp786 Miliar di DPRD Jember Memanas, Massa Cekcok dengan Ratusan Kades
"Dari data tersebut, ada dua pasien yang meninggal, yakni 1 di Malang dan 1 di Surabaya. Dari 51 pasien yang positif ini, Alhamdulillah ada 5 pasien yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Satu dari RSU Saiful Anwar Malang dan empat dari RSUD dr Soetomo Surabaya,” kata Khofifah didampingi Wagub Emil Elestianto Dardak.
Gubernur Khofifah menambahkan, agar meningkatkan kewaspadaan dan memaksimalkan langkah pencegahan COVID-19. Caranya dengan tetap menjaga jarak sosial, melakukan olah raga, tinggal di rumah dan keluar hanya urgent, pola hidup bersih dan sehat, cuci tangan yang baik atau jangan mengundang atau datang ke keramaian dulu. Jangan melakukan suasana yang menjadikan panik.
Baca juga: Dari Pemula hingga Juara Nasional, Daya Fawziya Buktikan Pentingnya Edukasi Safety Riding
[irp]
"Tempat wisata, hiburan malam, night club, diskotek segera ditutup. Masih banyak masyarakat yang rupanya tidak ikuti imbauan. Penyebaran COVID-19 ini jangan pernah dianggap sepele,” jelas Khofifah Indar Parwangsa. (rtn/hen)
Editor : Wahyudi