KLIKJATIM.Com | Surabaya - Ekspor nonmigas Jatim meningkat seiring pulihnya kondisi perekonomian global pasca pandemi Covid-19. Nilai ekspor nonmigas di Jatim periode Januari-April 2022 tercatat senilai 7.728,2 juta dollar.BPS juga mencatat per Mei 2022, secara YoY peningkatan ekspor luar negeri Jatim terjadi pada ekspor barang perhiasan, tembaga, kayu serta bahan kimia.
Baca juga: Gubernur Khofifah Lepas Enam Truk Produk Ekspor IKM Desa Devisa Senilai Rp5,8 Miliar
"Komoditas ekspor non migas april 2022 meliputi lemak dan minyak hewan atau nabati sebesar 209,7 juta dolar dengan kontribusi 10,03 persen. Rincinya meliputi Kayu, 170,3 juta dolar dengan kontribusi 170,3 juta dolar. Kemudian tembaga sebesar 166,9 juta dolar dengan kontribusi 7,99 persen," papar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Senin (13/6/2022).
Ia mengatakan, negara tujuan ekspor non migas pada April 2022 meliputi Amerika Serikat sebesar 344,2 juta dolar dengan kontribusi 16,47 persen. Lalu China sebesar 318,1 juta dolar dengan kontribusi 15,22 persen serta Jepang sebesar 297,3 juta dolar dengan kontribusi 14,23 persen.
"Kontribusi negara Eropa dan Asia diprediksi bisa bertambah seiring dengan tumbuhnya laju perekonomian pasca pandemi Covid-19," katanya.
Baca juga: Permintaan Negara Tujuan Turun, Ekspor Jatim Mei 2022 Turun 15,87 Persen
Meningkatnya nilai ekspor non migas di Jatim, lanjut dia, diikuti juga dengan laju ekonomi Jatim Triwulan I-2022 dibandingkan Triwulan I-2021 tumbuh sebesar 5,20 persen (YoY).
"Pertumbuhan tertinggi berasal dari sisi produksi, pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan yang tumbuh sebesar 18,79 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Luar Negeri yang tumbuh sebesar 35,97 persen," tandasnya.(mkr)
Baca juga: Nilai Ekspor Non Migas Jatim Tembus 7.728,2 Juta Dollar
Editor : Redaksi