KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Hingga pertengahan bulan Juni 2022 ini Pemkab Tulungagung telah menemukan 362 sapi yang memerlukan pengobatan,hasilnya 111 dinyatakan sembuh, kemudian 250 lainnya masih menjalani perawatan dan 1 lainya dipotong paksa.
Rata rata setiap harinya puluhan suspek sapi mendapatkan pengobatan dari tim kesehatan hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung,Mulyanto mengungkapkan telah mengajukan draf pendirian Posko penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Tulungagung.
"Draf pendiriannya sudah dimasukkan,ini kita tinggal menunggu pelaksanaanya," ujar Mulyanto pada Senin (13/06/2022).
Mulyanto menyebut,dengan kondisi Tulungagung yang seperti ini membutuhkan lebih kurang 4 Posko pemantauan dan antisipasi penyebaran PMK.
Pihaknya menyebut,lokasi yang dipilih adalah lokasi di perbatasan Kabupaten Tulungagung dengan daerah sekitarnya, seperti Kabupaten Kediri, Blitar, Trenggalek serta di lokasi sentra peternakan sapi yang ada di Kabupaten Tulungagung.
"Kalau ndak 3 ya 4 posko, nanti kita dirikan di perbatasan Kabupaten Tulungagung dan sekitarnya," ucapnya.
Pihaknya memastikan, sambil menunggu berdirinya Posko, pihaknya bersama dengan TNI,Polri, Satpol PP dan Dishub sudah menerapkan penyekatan lalu lintas hewan di perbatasan Kabupaten Tulungagung.
"Penyekatan lalu lintas hewan sudah kita lakukan lebih dulu, dengan petugas gabungan yang ada," terangnya.
Kini pihaknya juga dituntut mempersiapkan diri untuk percepatan pemberian vaksin kepada hewan, sambil menunggu kedatangan vaksin yang diprediksi akan datang dalam waktu dekat.
Dirinya menyebut, sapi perah akan menjadi prioritas hewan yang akan mendapatkan vaksin terlebih dahulu, guna meminimalkan potensi kerugian yang dialami oleh peternak.
"Sapi Perah yang kita prioritaskan mendapat vaksin, tapi nanti kita lihat perkembangannya," pungkas Mulyanto.(mkr)
Editor : Iman