Baca juga: Fashion Show Batik Jadi Ajang Lestarikan Batik untuk Lifestyle
Dalam event fashion tersebut batik Shibori menjadi model batik yang berbeda dalam event tersebut, karena mengadopsi tehnik pembuatan Jepang, namun tetap mengandung unsur kreatifitas batik didalamnya.
Rosita mengaku, pihaknya menampilkan beberapa desain fashion dari kain Shibori miliknya. Mulai dari baju pesta, hingga desain baju casual.
"Kalau shibori identik dengan tie dye untuk baju baju tidur atau untuk teknik nui shibori dibuat untuk baju baju outer model Kimono, tapi kali ini dengan kain shibori saya membuat design baju pesta, baju resmi, baju casual dan harapannya design batik dengan teknik shibori semakin dikenal dan digemari oleh masyarakat," jelas Rosita.
Dirinya berharap, event serupa bisa terus berjalan di Jawa Timur, hingga nasional.
"Semoga dievent seluruh desaigner yang ikut ambil bagian bisa diterima dikalangan masyarakat nasional dan internasional," tandas Rosita.
Seperti kita ketahui sebelumnya, dalam sejarahnya, Shibori merupakan pakaian sehari-hari yang dipakai oleh orang jepang, kalangan menengah ke bawah, yang tidak mampu membeli baju kimono (baju khas jepang).
Shibori hanya bisa dibuat menggunakan tangan secara manual. Memiliki beberapa tehnik, mulai ikat, jahit, pres, hingga lipat, kainnya pun khusus dengan jenis katun.
Kain jenis katun lebih memiliki daya serap yang tinggi dan mudah terurai, sehingga lebih ramah lingkungan. Begitupun bahan pewarnanya yang menggunakan bahan-bahan pewarna dari alam, seperti tumbuhan.
Pewarna yang dibuat-pun menggunakan bahan-bahan alam, biru menggunakn pohon indigo, coklat dari mahoni, dan banyak lagi pewarna alam lainnya.(mkr)
Editor : Redaksi