Pengeroyokan di Pangsud Diduga Terkait Perguruan Silat

klikjatim.com
Korban pengeroyokan di Jalan Panglima Sudirman saat lapor ke polisi. (Miftahul Faiz/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Fathur Rozikin masih tampak kesakitan di rumahnya, Jalan Usman Sadar 8C-23 RT 4 RW 2, Kelurahan Karangturi, Kecamatan Gresik. Tangan dan kepalanya masih dibalut perban.

Pria berusia 22 tahun ini mengalami sakit di sekujur badan. Punggungnya biru, bekas disabet rantai berulang kali saat dikeroyok gerombolan orang tidak dikenal di Jalan Panglima Sudirman, Jumat (20/3/2020) dini hari.

Baca juga: KEK Gresik Makin Diminati Investor, Pemerintah Siapkan Perluasan Kawasan

"Saya waktu itu habis ngopi mau pulang, tapi sudah dicegat di pertigaan panglima sudirman, langsung dikepung gerombolan belasan orang mengendarai sekitar delapan sepeda motor," ujarnya, Sabtu (21/3/2020).

Fathur menceritakan, sebelum dianiaya, dia bersama dua temannya yang sama-sama mengendarai sepeda motor langsung diteriaki. "Komprang Sikat". Padahal saat itu dia bersama temannya tidak mengerti. Kedua temannya berusaha melarikan diri. Ada yang dipegangi kemudian dipukuli, namun berhasil kabur. 

Sedangkan Fathur langsung terkepung. Dia dipukuli berulang kali sambil ditanyai berasal dari perguruan silat mana. Karena tidak menjawab, tubuhnya dihantam paving secara membabi buta oleh gerombolan tersebut. Kepala Fathur dipukuli paving, tangannya juga dipukuli menggunakan paving. Fathur yang terbaring, punggungnya disabet dengan rantai.

[irp]

"Kepala saya bocor, tangan saya remuk sekarang," katanya.

Baca juga: Polres Jember Tangani 25 Kasus Narkoba, Jaringan Peredaran hingga Bali Terbongkar

Selain itu, barang-barang miliknya juga raib dibawa kabur pelaku. Mulai dari handphone, tas dan dompet.

Sementara itu, kakak korban, Fathur Rahman mengatakan, adiknya kesusahan menggunakan pakaian. "Ini mau dipijat sekarang biar cepat pulih dan enakan badanya," ucapnya.

Kanit Pidum Polres Gresik, Ipda Daniel Napitupulu membenarkan atas kejadian tersebut. Pihaknya sudah menerima surat laporan dari korban.

Baca juga: Turun ke Sawah Lewat Program Medhayoh, Bupati Setyo Wahono Semangati Ibu-Ibu Tani di Ngraho

[irp]

"Saat ini anggota saya sudah saya terjunkan untuk mencari barang bukti dan mengejar para pelaku yang melakukan pengeroyokan," tandasnya. (iz/bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru