Apkrindo Catat Kegiatan Kuliner Selama Ramadan dan Lebaran Naik Hingga 40 Persen

klikjatim.com
Ilustrasi

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jatim mencatat,  selama bulan Ramadhan omset bisnis kuliner langsung melonjak sekitar 30-40 persen dari sebelumnya. Sehingga secara keseluruhan, omset kafe dan restoran mencapai 70-80 persen dari kondisi normal.

“Peningkatan signifikan terjadi minggu kedua dan ketiga sebelum Lebaran. Hal ini berbeda dengan tahun lalu karena masih ada PPKM sehingga omset kami hanya mencapai 50 persen kebawah. Sekarang bisa mencapai 70-80 persen,” kata Ketua  Apkrindo Jatim, Tjahjono Haryono.

Baca juga: Sinergi TPK Berlian dan Koperasi TKBM Tanjung Perak: Latih 835 Pekerja Wujudkan Operasional Pelabuhan yang Aman dan Hand

Menurutnya, peningkatan penjualan tahun ini karena dipicu adanya kebijakan pemerintah yang memberikan kelonggaran. Sehingga banyak kalangan masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah termasuk buka bersama baik bersama keluarga maupun rekan-rekannya.

Selain itu, banyak masyarakat melakukan mudik ke Jatim dan Surabaya baik dari Jakarta maupun Jawa Tengah  membuat pasar kuliner semakin bertumbuh. Sebab mereka yang mudik umumnya datang rombongan bersama keluarga untuk makan-makan.

“Keputusan pemerintah mengizinkan mudik sudah betul. Kami membuka 100 persen kapasitas kunjungan kafe/restoran. Pemerintah ingin liburan lebaran kali ini menjadi momentum mendogkrak pertumbuhan ekonomi baik di kafe/ restoran, mall maupun lainnya,” tambahnya.

Baca juga: Konvoi Kendaraan Listrik Siswa SMK Pukau Grahadi, Khofifah: Bukti Nyata Jatim Siap Menuju Net Zero Emission

Dia yakin, membaiknya bisnis kuliner ini akan bertahan. Sebab memasuki bulan Mei ini juga banyak tanggal merah atau hari libur. Sehingga masyarakat yang belum puas menikmati liburan lebaran akan melanjutkan perjalanan atau liburan di bulan ini.

Hal itu masih akan dilanjutkan dengan liburan sekolah pada Mei atau Juni nanti sehingga momentum menarik ini tidak akan disia-siakan oleh para pelaku bisnis kuliner untuk mendongkrak penjualannya.

Baca juga: Pimpin Panen di Madiun, Gubernur Khofifah Targetkan Jatim Ekspor Beras ke Pasar Global

Terkiat kenaikan harga bahan baku, dia mengaku memang banyak bahan baku yang harganya naik signifikan seperti minyak goreng, daging ayam dan sapi. Bahkan beberapa bahan baku impor juga naik sekitar 10-15 persen seperti kentang.

“Namun kami tetap otimis hal itu tidak mempengaruhi bisnis kuliner. Selain daya beli masyarakat masih bagus, juga mereka sudah dua tahun tidak bisa bebas keluar karena pandemic Covid. Jadi mereka tetap akan belanja kuliner,” tandas Tjahjono Haryono. (ris)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru