KLIKJATIM.Com | Madiun - Siapa sih yang tidak suka dengan mie Instan? Makanan sejuta umat ini bisa ditemui dimanapun, dari warung biasa sampai hotel bintang lima.
Baca juga: Kado HUT RI, 115 Warga Binaan Lapas Ponorogo Dapat Remisi
Di Madiun, ada warung mie instan namanya Mie Gulun. Berada di timur Lapangan Gulun, Kota Madiun. Bagi kalian yang ingin makan mie instan berbagai merk disini tempatnya.
Saat redaksi ke lokasi beberapa waktu lalu, mienya berjejer. Pembeli bisa memilih sendiri. Termasuk Mau toping apa juga bisa diambil.
Redaksi memilih mie nyemek. Yang datang betul-betul lezato, karena mie nyemek bukan kaleng-kaleng. Ada kuahnya yang kental.
"Enak mienya lain dari yang lain. Buat sendiri belum tentu sama rasanya, " ujar salah satu pembeli, Zani.
Dia mengaku memilih untuk berbuka puasa di Mie Gulun karena memang penyuka Mie instan. Namun dia ingin mencari makan Mie dengan sensasi yang berbeda.
"Ada 100 jenis mie, tepatnya 105 jenis mie sih. Itu ada yang dalam negeri dan luar negeri. Yang luar negeri ada samyang contohnya, " ujar anak dari pemilik Mie Gulun, Andro Nugraha (24).
Dia menjelaskan awalnya mulanya bapaknya adalah dosen wirausaha salah satu Universitas swasta di Kota Madiun. Dalam mengajar, selalu bilang untuk berani berwirausaha.
Dari situ, tertantang membuat wirausaha. Konsepnya adalah warmindo, 105 jenis mie instan. Pun ada 3 jenis cara masaknya.
"Ini yang menjadi beda juga. Cara masak original, mie nyemek sama mie ulek bagi penyuka pedas," jelas Andro.
Pun ada 23 jenis varian toping. Mulai Dari telur radar, ceplok, bakso ikan, tempura. Untuk minum ada 24 jenis minuman.
Baca juga: PN Tipikor Surabaya Vonis 6 Tahun 6 Bulan Penjara Bupati Nonaktif Ponorogo Sugiri Sancoko
Menurutnya, harga mie yang paling murah adalah Rp 4 ribu jenis mie goreng intermie. Paling mahal Rp 23 ribu, jenis mie Dari luar negeri, samyang.
Untuk minum, ada milk blas dengan toping regal seharga Rp 23 ribu. Paling murah es teh maupun teh anget tawar yakni tanpa bayar alias Rp 0.
Untuk toping, dibandrol dengan harga paling mahal Rp 3 ribu. Itu adalah jenis telur goreng. Paling murah sawi, pembeli diberi secara cuma-cuma.
Andro menerangkan, mie Gulun memang baru buka sekitar sebulanan. Namun setiap malam selalu penuh, Dari 44 kursi yang disediakan pasti penuh.
Juga untuk lesehan, ada 5 tikar yang disediakan. Dia mengaku, untuk buka bersama sudah ada beberapa reservasi masuk.
"Ini juga untuk mengisi waktu luang bapak. Bapak kan dulu wakil rektor 4 periode. Sekarang pengen istirahat sambil berjualan, " pungkasnya. (yud)
Baca juga: Kejari Ponorogo Tahan Mantan Ketua Dewan Atas Dugaan Korupsi Tunjangan Anggota DPRD
Editor : Fauzy Ahmad