Bupati Yes Targetkan Pertumbuhan Ekonomi di Lamongan Tahun Ini 4 Hingga 5 Persen

klikjatim.com
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menilai masuknya raksasa ritel Matahari di Lamongan menjadi gambaran awal sektor ritel mulai tumbuh dan bergerak usai dihantam pandemi

KLIKJATIM.Com | Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan optimis sektor perekonomian di wilayahnya tahun ini bakal meningkat. Jika tahun 2021 hanya tercatat 3,5 persen, maka pada 2022 ini, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi  yakin pertumbuhan ekonomi di wilayahnya bisa meningkat antara 4 hingga 5 persen. 

"Kami yakin bisa tumbuh 4 hingga 5 persen pertumbuhan ekonomi di Lamongan tahun ini. Indikatornya adalah dengan melandainya pandemi Covid-19 di triwulan I/2022 ini diiringi dengan bergeraknya sektor riil khususnya ritel dan UMKM, investasi yang mulai masuk dan manufaktur yang sudah jalan," kata Bupati Yes.

Baca juga: Sajikan 94 Agenda Ikonik, Lamongan Luncurkan Kalender Event 2026 untuk Dongkrak Wisata dan Ekonomi

Yuhronur mencontohkan, masuknya raksasa ritel Matahari Departemen Store ke Plaza Lamongan. Di saat ritel lain menutup gerainya karena dihantam pandemi dan lesunya daya beli, justru Matahari Depstore membuka gerainya di Lamongan Plaza.

"Tentunya Matahari punya perhitungan sendiri membuka gerai seperti daya beli warga Lamongan ini tumbuh, pasar yang masih terbuka dan tentunya target market mereka jelas dan terukur," jelas Bupati Yes.

Dikatakan, dari sisi investasi, pihaknya juga mendapat kabar baik dengan rencana sejumlah investor besar yang akan menanamkan investasinya. Di antaranya pembangunan hotel berbintang di Kota Lamongan, industri kemasan, serta industri pengolahan makanan minuman. 

"Dari awal kami menyampaikan kepada calon investor bahwa Lamongan ini ramah investasi. Kami menjamin kemudahan dalam mengurus perizinan untuk calon investor. Sarana infrastruktur yang tersedia, adanya pelabuhan bongkar muat di Lamongan Integrated Shorebase untuk pengapalan barang dan bahan baku, kargo melalui kereta api. Semua yang dibutuhkan investor ada di Lamongan,"tandas Bupati Yuhronur Efendi.

Disebutkan, Tercatat nilai realisasi investasi di Kabupaten Lamongan selama 2020 sebesar Rp489,2 miliar dan mampu menyerap 1.459 tenaga kerja. Kemudian pada 2021 lalu, nilai investasi hampir menyentuh angka Rp 1 triliun dengan jumlah penyerapan tenaga kerja hampir 2.000 orang.

Baca juga: Bursa Transfer Panas! Persela Tambah 6 Pemain, Kiper Jadi Target Berikutnya

Dijelaskannya arah kebijakan investasi di Kabupaten Lamongan lebih menitikberatkan pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan iklim investasi, kemudahan penanaman modal serta kebijakan penanaman modal daerah.

"Integrasi layanan perijinan dan non perijinan yang tersedia di satu tempat yakni mall pelayanan publik, penggunaan aplikasi sistem pelayanan perizinan online dan mandiri (Sipoma), serta penerapan online single submission risk based approach menjadikan iklim pelayanan publik di Kabupaten Lamongan ramah investasi," papar Bupati.

Ditambahkan, kemudahan penanaman modal juga diberikan berupa fasilitasi penyediaan lahan, pemberian intensif pada jenis usaha skala prioritas. Menjamin kepastian hukum, kepastian berusaha dan keamanan berusaha bagi penanam modal sejak proses pengurusan sampai dengan berakhirnya kegiatan juga menjadi salahsatu kebijakan penanaman modal daerah.

Selain itu berbagai project strategis pada Perpres Nomor 80/2019 di Kabupaten Lamongan juga menjadi point plus seperti pada bidang air bersih terdapat pengembangan SPAM Regional Pantura Kabupaten Tuban, Bojonegoro,dan Lamongan sebagai sumber air baku, pembangunan SPAM Karangbinangun dan SPAM Brondong.

Baca juga: Ubah Pola Bansos ke Pemberdayaan, Pemkab Lamongan Berhasil Entas 294 Kepala Rumah Tangga Perempuan dari Kemiskinan

Percepatan pembangunan jalan lingkar utara Lamongan, imbuh Bupati Yes, juga pengembangan Pelabuhan Paciran dan pengembangan kawasan industri Brondong-Paciran telah mulai dilakukan.

Bupati juga menawarkan berbagai peluang investasi di Kabupaten Lamongan. Beberapa di antaranya yakni Kapal Vanderwijck yang saat ini sudah pada posisi tahap identifikasi untuk mencocokkan bagian-bagian dengan gambar asli kapal yang nantinya akan dijadikan sebagai aset nasional, Pantai Lorena, pergudangan kimia industri, minyak dan gas, serta pengembangan layanan kesehatan.

"Kami optimis tahun 2022 ini pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lamongan bisa tembus hingga 5 persen dan sejajar dengan daerah lain di Jatim," tutup Bupati Lamongan. (ris) 

Editor : Rozy

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru