BPK Pelototi Kendaraan Dinas Pemkab Tulungagung, Kondisi Mogok Juga Dicek

klikjatim.com
Proses pendataan kendaraan dinas oleh BPK. (Iman/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Tulungagung – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan pemeriksaan fisik terhadap kendaraan dinas Pemkab Tulungagung, Selasa (29/3/2022).

Totalnya sebanyak 2.600 unit kendaraan pelat merah. Pemeriksaan ini sesuai permintaan BPK atas laporan aset Pemkab Tulungagung.

Baca juga: Ukir Sejarah, Pemkab Lamongan Raih Opini WTP Sepuluh Kali Berturut-turut

Kabid Aset BPKAD Pemkab Tulungagung, Rahardian Wijayanti mengatakan, pihaknya sebatas memfasilitasi BPK dalam melakukan pemeriksaan fisik. Hal ini sekaligus melakukan pendataan ulang terhadap aset berupa kendaraan dinas milik Pemkab Tulungagung.

"Kalau kenapa harus fisiknya dihadirkan, itu permintaan BPK dan kita hanya ngikuti dan memfasilitasi saja. Kalau tahun kemarin mereka mintanya sampling ya kita ikuti saja," ujarnya.

Yanti, sapaan akrab Rahardian Wijayanti menjelaskan total 2.600 kendaraan dinas itu tersebar di masing masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). "Selama ini kendaraan tersebut melekat penggunaan dan tanggungjawabnya di masing masing OPD," ucapnya.

Baca juga: Satpol PP Tertidur Usai Miras, Maling Bebas Checkout Barang Disbudpar Tulungagung

Pihaknya menyebut pemeriksaan itu meliputi nomor polisi kendaraan, nomor rangka hingga nomor mesin kendaraan. Termasuk fungsi dan kondisi kendaraan saat ini.

"Bahkan kendaraan yang sedang mogok dan tidak bisa dinaiki juga harus tetap dihadirkan di lokasi pemeriksaan, walaupun kondisinya rusak, dan tidak bisa dikendarai," ucapnya.

Baca juga: Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 SMA, SMK, SLB Negeri dan Swasta di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan

Ke depan data kondisi kendaraan dinas yang terkumpul bakal digunakan untuk sejumlah keperluan. Termasuk mendata kendaraan yang seharuanya diistirahatkan maupun kendaraan yang harusnya dijual atau pengadaan kendaraan baru lainnya.

"Ini kita masih pendataan prosesnya, selanjutnya nanti seperti apa, itu nanti akan dibahas lebih lanjut," pungkasnya. (nul)

Editor : Iman

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru