PT Smelting Terima Kunjungan Program CVC Bea Cukai Gresik

Reporter : Abdul Aziz Qomar

KLIKJATIM.Com | Gresik - Manajemen PT Smelting menerima kunjunnan Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Gresik meluncurkan program Customs Visite Customer (CVC).  Program ini merupakan upaya Bea Cukai dalam  mendekatkan diri kepada industri yang selama ini menjadi pengguna jasa.

Kunjungan kerja ke PT Smelting di pimpin Kepala Bea Cukai Gresik, Bier Budy Kismulyanto dan diikuti para pejabat Bea Cukai Gresik setingkat Kepala Seksi dan Kepala Sub Seksi (Kasubsie).

Baca juga: Pererat Sinergi Ulama–Umara, Kapolres Gresik Silaturahmi ke MUI

Dalam kegiatan tersebut rombongan Bea Cukai Gresik diterima langsung oleh Direktur Komersial dan Bisnis PT Smelting, Irjunawan P Radjamin. Tidak ketinggalan beberapa Manager PT Smelting yang selama ini kerap berhubungan dengan Bea Cukai juga ikut dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Bea Cukai Gresik, Bier Budy Kismulyanto mengungkapkan, selama menjadi mitra Bea Cukai Gresik, kerjasama yang terjalin dengan PT Smelting sudah cukup baik. Perusahaan asal Jepang itu juga tidak pernah terkena sanksi atau melakukan pelanggaran kepabeanan.

"Salah satu tujuan dari CVC ini mendekatkan diri kepada pengguna jasa. Sekaligus pada kesempatan ini kami juga memberikan apresiasi kepada PT Smelting karena selama ini menjadi perusahaan yang patuh," ujarnya.

Bier Budy juga mengungkapkan, fasilitas hanggar yang diberikan oleh PT Smelting kepada Bea Cukai Gresik juga cukup baik. Hal ini tentu mendukung para petugas Bea Cukai dilapangan dalam melakukan pengawasan keluar masuk barang.

Disamping itu, sistem digital yang sudah dikembangkan PT Smelting sekaligus memudahkan para personil Bea Cukai. Pemasangan kamera CCTV dengan kualitas gambar yang baik membuat kerja personil Bea Cukai yang ditugaskan di PT Smelting semakin cepat.

"Kami berharap melalui kegiatan CVC ini motivasi, kritik dan saran dari pengguna jasa sangat penting terhadap upaya Bea Cukai Gresik untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh pengguna jasa serta dengan berdialog dan diskusi jika ada permasalahan agar dapat dicarikan solusinya," tandasnya.

Sementara itu, Direktur Komersial dan Bisnis PT Smelting, Irjuniawan P Radjamin menyebut saat ini kapasitas konsentrat tembaga yang diolah di PT Smelting mencapai 1 juta ton. Namun pada awal tahun 2022 PT Smelting melakukan investasi untuk meningkatkan kapasitas menjadi 1,3 juta ton.

Baca juga: Dosen FISH UNESA Bersama PPI Taiwan Dorong Penguatan Identitas Budaya Diaspora Indonesia

"Peningkatan kapasitas produksi kami ditargetkan rampung dalam waktu 2 tahun. Jadi pada awal 2024 sudah bisa komersial," ujarnya.

Wawan, panggilan akrab Irjuniawan P Radjamin mengungkapkan, kontribusi yang cukup dirasakan oleh perusahaan bermitra dengan Bea Cukai Gresik adalah penetapan sebagai kawasan berikat. Hal ini memiliki dampak positif luar biasa bagi perusahaan terutama dalam menghadapi situasi pandemi.

"Dengan telah ditetapkannya bondet zone di perusahaan, kami bisa melakukan strategi efisiensi khususnya saat kemarin menghadapi pandemi dan saat eropa perang seperti sekarang," papar Wawan.

Dijelaskan, PT Smelting mengolah konsentrat tembaga hasil tambang PT Freeport Indonesia di Papua. PT Smelting mempunyai tiga pabrik, terdiri dari pabrik peleburan (smelter), pabrik pemurnian (refinery) dan pabrik asam sulfat.

Dengan pembangunan ekspansi pabrik kali ini, berarti PT Smelting telah empat kali melakukan peningkatan kapasitas produksi. Tahap pertama, kapasitas produksi katoda tembaga hanya 200.000 ton per tahun.

Baca juga: Gedung Bekas Asrama VOC di Bandar Grissee Kabupaten Gresik Dibongkar untuk Tempat Parkir, Dikritik Budayawan

Pada tahun 2004, ekspansi pertama dilakukan dengan menambah kapasitas produksi katoda tembaga menjadi 255.000 ton per tahun. Berikutnya, pada 2006 ditingkatkan lagi menjadi 270.000 ton. Ekspansi ketiga pada 2009 menjadi 300.000 ton per tahun.

“Pekerjaan ekspansi kali ini untuk manambah pabrik asam sulfat baru. Juga menaikkan kapasitas beberapa peralatan di smelter dan menambah jumlah sel elektrolisa di refinery,” tandasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan, disana personil Bea Cukai mendapatkan edukasi sekaligus melihat langsung proses bisnis di PT Smelting.

Selain katoda tembaga sebagai produk utama PT Smelting juga menghasilkan produk sampingan antara lain Sulfuric Acid sebagai bahan pupuk, Gypsum, Cooper Slag sebagai bahan pembuatan semen, Cooper Telluride sebagai bahan sollar cell dan Anode Slime yang mempunyai kandungan perak dan emas. (ris)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru