Berebut Migor Curah, Kelas Pengecer di Gresik Dijatah Hanya Satu Jerigen

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Masyarakat hingga kini masih kesulitan mendapatkan minyak goreng, kalaupun ada stok terbatas hingga harus antre untuk membelinya

KLIKJATIM.Com | Gresik — Minyak goreng (Migor) curah kembali tersedia di pasar Gresik, setelah tiga hari terakhir kosong. Pada Selasa (22/3/2022) siang terpantau puluhan pedagang kelas pengecer mengantre minyak goreng di dua titik depan Pasar Baru Gresik.

Satu titik berada di toko Koperasi Pasar, satunya lagi di sebua toko milik CV Sahabat.

Baca juga: Pengurus BP3MNU Randegansari Gresik Raih Gelar Doktor Lewat Kajian Tafsir Humanistik Gus Dur

Dari penuturan beberapa pembeli yang mengantre, meski kini migor curah tersedia, namun kuotanya terbatas. Biasanya para pengecer di Pasar maupun di tempat lain bisa membeli 10 jerigen minyak goreng berkapasitas 16 kilogram, sekarang mereka hanya dapat jatah satu jerigen. Karena agen hanya dapat kiriman satu tanki minyak goreng curah.

"Itupun nggak tahu yang antre ini dapat semua apa nggak," kata salah satu Karyawan CV Sahabat, salah satu agen yang dapat kiriman minyak goreng.

Iva (40) salah satu pengecer yang ikut mengantre mengaku akan menjual lagi minyak goreng yang didapat seharga Rp20 ribu per kilogramnya. "Ini cuma dapat 1 jerigen mas, 16 kilo. Lah antrenya aja lama, ini cuma dapat satu jerigen," ungkapnya.

Senada dengan Iva. Hanik, pedagang pengecer yang kulakan minyak goreng curah di Koperasi Pasar juga mengatakan akan menjual lagi minyak gorengnya di kisaran Rp17-18 ribu perkilogramnya.

Baca juga: Kapolres Gresik Apresiasi 27 Anggota Berprestasi, Pengungkap Solar Ilegal dan Sabu Terima Penghargaan

"Kalau dulu normal bisa dapat minimal 5 jerigen besar isi 16 kilo," bebernya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Gresik Agus Budiono mengaku harga jual di tingkat pengecer yang cenderung mahal itu bukan tanggung jawab pihaknya.

"Itu (harga di tingkat pengecer) bukan tanggung jawab kami, di pengecer itu terserah mau dijual berapa, asal jangan terlalu mahal, kalau terlalu mahal akan kami evaluasi," katanya.

Baca juga: Saatnya Pemkab Gresik Menggeser Fokus Pelatihan Kerja ke Sektor Digital

Tetapi yang jelas, lanjut Agus, Pihaknya memastikan harga di tingkat agen seperti Koperasi Pasar dan CV Sahabat sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per kilogram.

"Karena agen itu level ketiga rantai distribusi, setelah produsen, distributor baru agen, kita mengawasi disitu. Kalau di pengecer di pasar, perumahan, kampung-kampung Rp16.000 sampai Rp17.000 ya masih wajar, mereka juga ambil untung," tandasnya. (nul)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru