Bus AKAP Terobos Terop Orang Hajatan di Magetan, Begini Faktanya

klikjatim.com
Tampak bus akap yang menerobos terop orang punya hajatan di Magetan yang viral di media social

KLIKJATIM.COM | Magetan - Sebuah postingan bus akap yang menerobos terop orang punya hajatan viral di media social. Video berdurasi 26 detik yang diunggah oleh pemilik akun Instagram @magetanviral.

Baca juga: Terindikasi Judi Online, Pemkab Magetan Hentikan 690 Penerima Bansos

Dalam video tersebut memperlihatkan bus akap yang menerobos terop orang punya hajatan pengantin. Juga ada  panggung hiburan seorang penyanyi terlihat membawakan lagu dangdut. 

Juga ada sejumlah warga terlihat memandu jalannya bus agar bisa lewat diantara panggung hiburan yang berhadapan dengan panggung tempat kursi pengantin. Sejumlah warga yang terlihat asyik menikmati alunan lagu sambil berjoget.

Mereka kemudian merapat kearah panggung untuk memberi jalan bus agar bisa lewat. Hingga kini, video tersebut telah disukai oleh 662 orang. 

Akun @magetanviral memberikan caption “ Infone maseh, jare iki neng Magetan,” (Infonya, katanya di Magetan), tulisnya. 

"Iya di desa kami, Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, " ujar salah satu warga bernama Suradi, Minggu (20/3/2022). 

Dia menjelaskan bahwa kejadian  bus menerobos terop orang punya hajat terjadi pada Hari Kamis (17/03) malam. Suradi mengatakan, bus yang melewati terop orang punya hajatan merupakan milik salah satu warga desa setempat. 

"Kejadiannya Kamis malam kemarin dan itu sudah biasa. Itu bus akap yang baru pulang dari luar kota,” ujarnya melalui sambungan. 

Menurutnya,  kejadiannya sudah agak malam. Sehingga tamu undangan juga mulai sepi, tetapi hiburan musiknya masih ada. 

Baca juga: Tundukkan TNI AU Electric, Lavani Kembali Pertahankan Juara Livoli

Di daerah Plaosan dan sekitarnya menurut Suradi sudah hal biasa ada bus akap yang menerobos jalan yang digunakan untuk hajatan warga. Jalan yang dilalui bus didalam video tersebut merupakan jalan desa dan dipastikan tidak mengganggu kegiatan hajatan warga. 

Jalan desa di wilayah kaki Gunung Lawu kebanyakan sempit dan mayoritas satu jalur, sehingga warga tidak mempermasalahkan jika ada bus yang lewat ketika ada hajatan warga. 

" Itu kan jalanya cuma satu, jadi sudah biasa pas acara resepsi ada orang lewat bawa rumput pulang dari sawah,” Pungkasnya. (yud)

Baca juga: Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia Juara Umum Livoli 2025

Editor : Fauzy Ahmad

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru