Jelang Ramadan dan Lebaran, BI Siapkan Uang Tunai Rp 175 Triliun

klikjatim.com
Bank Indonesia Perwakilan Malang menyiapkan uang pecahan baru sebanyak Rp 4,51 triliun pada Lebaran 2021

KLIKJATIM.Com | Jakarta - Bank Indonesia (BI) memastikan kebutuhan uang tunai untuk periode Ramadan dan Idul Fitri tahun ini aman. Deputi Gubernur BI Aida S Budiman mengungkapkan, BI memperkirakan kebutuhan uang tunai sebesar Rp 175,3 triliun.

"Periode ramadan dan Idul Fitri diperkirakan tumbuh 13,4�ri realisasi tahun lalu," kata dia, dalam konferensi pers, Kamis (17/3/2022).

Baca juga: Buka Peluang Kerja Warga Lokal, PT Terminal Teluk Lamong Fasilitasi Sertifikasi Gada Pratama Gratis

Dia menjelaskan, perkiraan ini ditetapkan dengan melihat angka asumsi makro dan tren realisasi secara historis dan program pemerintah seperti bantuan sosial tunai.

"Kami pastikan ketersediaan uang di seluruh Indonesia," jelas dia.

Data BI mencatat Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Februari 2022 meningkat 12,49% (yoy) mencapai Rp 881,5 triliun.

Baca juga: Riding Malam Hari? Perhatikan Enam Poin Penting Ini Agar Tetap #Cari_Aman di Jalan

BI juga mencatat transaksi ekonomi dan keuangan digital berkembang pesat seiring meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja daring, perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital, serta akselerasi digital banking.

Pada Februari 2022, nilai transaksi uang elektronik (UE) tumbuh 41,35% (yoy) mencapai Rp27,1 triliun dan nilai transaksi digital banking meningkat 46,53% (yoy) menjadi Rp 3.732,8 triliun.

Baca juga: Peluang Besar untuk Sampang: Pengembangan Lapangan Hidayah Buka Potensi Jadi Daerah Penghasil Migas

Inovasi sistem pembayaran terus didorong, termasuk akseptasi transaksi BI-FAST melalui perluasan kanal layanan, pendampingan kepada peserta, dan edukasi kepada masyarakat. Guna mendorong konsumsi masyarakat, BI tetap melanjutkan implementasi program SIAP (Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai) QRIS untuk mendukung pencapaian 15 juta pengguna baru QRIS pada 2022.

Koordinasi dengan Pemerintah terus dilakukan dalam rangka memperkuat sinergi dan percepatan digitalisasi pembayaran melalui akselerasi elektronifikasi bansos, transaksi Pemda, dan transportasi. Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit juga mengalami pertumbuhan 2,88% (yoy) menjadi Rp 596,2 triliun. (ris)

Editor : Much Taufiqurachman Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru