KLIKJATIM.Com | Bojonegoro--Produsen tahu di Kabupaten Bojonegoro tertipu saat membeli minyak goreng curah. Sebanyak 120 kilogram minyak curah ternyata bercampur air.
Produsen tahu itu Siti Fatimah, asal Kelurahan Ledok Kulon, Kota Bojonegoro. Ia menceritakan, saat itu Senin (7/3/2022) pelaku menawarkan di toko-toko sekitar di Ledok Kulon, dan pihak toko tidak mau membeli karena tidak berjualan minyak curah. Selanjutnya, di arahkan ke Mamik salah satu warga yang mempunyai produksi tahu. Setelah kerumah Mamik ternyata tidak ada dan dia sedang di Pasar Agrobis, Babat, Lamongan.
Baca juga: Bojonegoro Perkuat Transformasi Digital, Nilai SPBE Tembus Predikat Sangat Baik
"Pelaku langsung mencari mbak Mamik di pasar pada sekitar 05.00 WIB Selasa (8/3/2022) dan tidak menemukan, malah ketemu dengan saya dan dia menawarkan barangnya ke saya," katanya.
Saat menawarkan minyak tersebut, pelaku membawa sampel minyak di plastik dengan barang yang bagus. "Saat itu sampelnya bagus, dan 4 tong itu langsung saya beli dengan harga yang murah dan banyak," katanya.
Lebih lanjut, sekitar siang pukul 14.30 WIB, tiba di rumah, kemudian langsung melihat isi tong tersebut, karena saat itu yang dibuat sampel bagus, jadi tidak curiga. "Saya tidak melihat saat membeli, karena saat dibuat sampel, minyaknya bagus, dan harganya juga miring. Kalau harga normal ya Rp 18 ribu tapi yang ini hanya Rp 14 ribu," imbuhnya.
Baca juga: Humpus Grup Bangun Kilang LNG Mini di Bojonegoro
Melihat kejadian tersebut, Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto langsung mendatangi rumah Fatimah untuk menanyakan dan memberikan ganti minyak.
"Tadi saya langsung kerumahnya untuk memberikan sedikit ganti minyak yang sudah ditipu," ujar Sukur Priyanto
Ia mengimbau kepada warga harus waspada, karena ada oknum yang memanfaatkan situasi kelangkaan minyak goreng. "Kalau mau beli minyak goreng curah harus diteliti, di telaah jangan sampai ada yang ketipu lagi," tambahnya.
Baca juga: Wakil Panglima TNI Tinjau KDKMP, Pemkab Bojonegoro Perkuat Dukungan Program Nasional
"Kalau di Bojonegoro kelangkaan belum terasa tapi, kalau untuk UMKM seperti ini ya harus membutuhkan minyak yang banyak, makanya kesulitan untuk mendapatkannya," pungkasnya.
Perlu diketahui, Siti Fatimah salah satu korban minyak goreng curah hari ini Rabu (9/3/2022) sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Babat Kabupaten Lamongan.(mkr)
Editor : M Nur Afifullah