KLIKJATIM.Com | Ponorogo – Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kabupaten Ponorogo, Nurhadi Dahuri angkat bicara terkait kasus terlambatnya guru datang ke sekolah di SDN Bringinan, Jambon. Setelah muncul kasus itu dan viral, pihaknya pun menduga bahwa kejadian serupa bisa saja tidak hanya terjadi di SDN Bringinan.
"Mungkin yang berani speak up (berbicara) itu Lurah Bringinan. Yang baru ketahuan di SDN Bringinan," ujar Kadindik Nurhadi Dahuri, Rabu (9/3/2022).
Baca juga: Jatim Resmi Batasi Gadget di Sekolah, Gubernur Khofifah: Fokus Karakter dan Interaksi Sosial
Dia menduga bahwa banyak sekolah lain yang gurunya pun terlambat masuk. Salah satu indikatornya adalah semakin sedikit siswa yang bersekolah di SD negeri pinggiran.
"Bisa juga banyak yang tidak nyaman sekolah di negeri karena guru terlambat. Bakal kami evaluasi," kata mantan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, wilayah Ponorogo.
Baca juga: Cetak Generasi Emas, 37 Siswa Ikuti Try Out UTBK SNBT dan Orasi Pendidikan di Sampang
Menurutnya, saat ini yang baru tampak memang satu sekolah. Masalah tersebut adalah kompleks. Sehingga pihaknya akan mencermati masalah tersebut.
"Mereka dibayar dengan uang masyarakat. Harus benar-benar kita selesaikan satu-satu," jelasnya.
Baca juga: Sisihkan Uang Ngudek Kopi di Ponorogo, Wahyudi Akhirnya Berangkat Haji Tahun Ini
Sebelumnya, Kades Bringinan membeberkan kondisi di SDN Bringinan melalui akun Facebooknya @Rahardi Subarno Barno. Ia menyampaikan bahwa saat itu Sabtu (5/3/2022) puluhan siswa menunggu kedatangan guru mereka di depan kelas. Sebagian lagi anak-anak didik ini memilih bermain di halaman sekolah yang berhadapan dengan kantor Desa Bringinan. (nul)
Editor : Fauzy Ahmad