KLIKJATIM.Com | Bojonegoro—Sembilan perlintasan kereta api (KA) di Bojonegoro hingga kini belum memiliki palang pintu. Sehingga warga perlu hati-hati saat melintas. Sebab, dalam sebulan terjadi dua kali warga tewas tertabrak kereta di perlintas tanpa palang pintu.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Andik Soedjarwo mengatakan, pihaknya telah mengusulkan sembilan perlintasan kereta api tanpa palang pintu yang ada di Kabupaten Bojonegoro ke Kementerian Perhubungan (agar segera direalisasikan pembuatan palang pintu).
Baca juga: Stasiun Lamongan Layani Lebih dari 7.200 Penumpang Periode Libur Panjang
"Mulai tahun 2021 kemarin kita sudah mengusulkan beberapa titik kepada Kementerian Perhubungan. Tepatnya 9 titik (perlintasan Kereta Api yang belum berpalang pintu)," ujar Andik, Selasa (8/3/2022).
Baca juga: Libur Iduladha 2026, Belasan Ribu Penumpang Padati Stasiun di Wilayah Daop 9 Jember
Menurutnya, pada akhir tahun 2021 lalu dari sembilan titik tersebut sudah disurvei Kementerian Perhubungan. Saat ini tinggal menunggu rekomendasi selanjutnya.
"Ada 84 titik sepanjang Bojonegoro, Dinas Perhubungan Bojonegoro punya 27 palang pintu yang dijaga, KAI 12 yang sudah berpalang pintu," pungkasnya.
Baca juga: Libur Long Weekend Kenaikan Isa Almasih, Penumpang KA di Jember Tembus 54 Ribu Orang
Perlu diketahui, pada tanggal 22 Februari 2022 terjadi kecelakaan Kereta Api di Desa Mayangrejo, Kecamatan Kalitidu. Sebuah Kereta Api menabrak sebuah Mobil dan menewaskan satu warga dan satu luka-luka. Kemudian pada tanggal 5 Maret 2022 tepatnya di Desa Mayanggeneng, Kecamatan Kalitidu kembali terjadi kecelakaan Kereta Api. Seorang warga yang melitas hendak pulang dari mencari jerami tertabrak hingga akhirnya meninggal dunia.(mkr)
Editor : M Nur Afifullah