KLIKJATIM.Com | Gresik — Dinas Pertanian Kabupaten Gresik direncanakan akan membangun saluran pengairan tersier di Waduk Sukodono, Desa Sukodono, Kecamatan Panceng.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik Eko Anindito Putro mengatakan, saluran tersier itu nanti akan mengairi ladang pertanian di kawasan Desa Sukodono dan sekitarnya, namun pagu anggarannya masih dihitung.
Baca juga: Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Banjarsari Gresik
"Sumber airnya dari Waduk Sukodono,bkita tunggu selesai saliran Primer dan Sekundernya," kata Eko.
Menurut Eko, Waduk Sukodono yang didanai Kementerian PUPR itu memang dibangun untuk memenuhi kebutuhan air pertanian hortikultura disana, karena problemnya disana adalah ketersediaan air.
"Terutama kalau musim kemarau," katanya.
Direncanakan, pada tahun anggaran 2023 pembangunan saluran air tersier akan mulai dibangun untuk ribuan hektare lahan pertanian disana.
"Kebanyakan disana itu petani plasma dari Polowijo Gosari," ungkap Eko.
Baca juga: Motor Dikira Hilang, Polisi Ungkap Ternyata Tertukar di Parkiran Indomaret Manyar Gresik
Sementara itu, untuk mendukung hasil pertanian yang maksimal, Eko mengatakan keberadaan Taman Teknologi Pertanian (TPP) di pinggir Waduk Sukodono akan menyuplai bibir unggul ke petani.
"Untuk beberapa produk pertanian sudah disalurkan," kata dia.
Keharusan Dinas Pertanian menyediakan berbagai saluran air tersier itulah yang membuan Panitia Khusus (Pansus) Perubahan Rencana Tata Ruang Tata Wilayah (RTRW ) Kabupaten Gresik menolak keras rencana perubahan kawasan tersebut menjadi industri.
Baca juga: Rayakan HUT ke-14, RS Wates Husada Apresiasi Karyawan Berprestasi dengan Hadiah Umroh
"Lalu bagaimana dengan konsep pertanian hortikultura yang selama ini mulai dibangun dengan adanya waduk Sukodono? Sementara Akan ada APBD mendanai saluran tersier," tandas Ketua Pansus RTRW Syahrul Munir. (yud)
Editor : Abdul Aziz Qomar