KLIKJATIM.Com | Ponorogo – Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ponorogo akhirnya turun untuk mengkonfirmasi kebenaran kabar seringnya guru terlambat masuk di SDN Bringinan, Jambon, Senin (7/3/2022). Adapun hasilnya, pihak Dinas Pendidikan pun tak bisa membantah terkait kabar yang terungkap dari ‘nyanyian’ Kepala Desa (Kades) Bringinan, Subarno di media sosial (medsos) facebook.
"Peristiwa hari itu pak Narto (Plt kepala sekolah) sakit, terus izin, penjaga juga sakit," ujar Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Ponorogo, Edy Suprianto ketika meninjau langsung ke SDN Bringinan tadi pagi.
Dan menurutnya, saat itu Kades Bringinan mungkin sedang kesal. Sehingga mengunggah kondisi sekolahan yang tepat berada di depan kantor Pemerintah Desa (Pemdes) setempat itu ke akun medsos.
Edy pun menanggapi hal itu sebagai wujud mengingatkan. "Sudah saya sampaikan selaku Kabid Pembinaan SD, sudah saya sampaikan bahwa kita ini abdi masyarakat, ASN mengabdi ke masyarakat ketika menjadi guru," katanya.
Dia mengaku bahwa kedatangannya di SDN Bringinan ini untuk menyejukkan. Pihaknya pun menerima kritik dan masukan dari kades setempat. “Jadi mana kala ada masyarakat yang protes, mbah Lurah (Kades) selaku bapak desa,” imbuhnya.
"Saya sudah minta maaf ke anak-anak. Ini memang salah, ya gimana lagi," terangnya.
Adapun terkait kejadian yang berulang dari tahun 2018, Edy hanya menjawab bahwa saat ini kepala sekolahnya adalah Plt (pelaksana tugas). Dia berjanji akan segera mengusulkan pengisian kepala sekolah definitif.
"Kalau ini permasalahan tahun 2018, begitu ada kasek di sini berkoordinasi mudah," jelas Edy.
Saat ini di SDN Bringinan ada 5 guru yang berstatus sebagai PNS. 5 guru lagi statusnya honorer. Mereka mendidik sebanyak 59 anak di sekolah tersebut.
Sebelumnya, Kades Bringinan, Subarno sempat membeberkan kondisi di SDN Bringinan melalui akun facebooknya @Rahardi Subarno Barno. Saat itu kejadiannya adalah hari Sabtu (5/3/2022).
Dalam unggahannya itu, dia mengungkapkan jika biasanya siswa terlambat masuk sekolah, akan kena hukuman. Lalu bagaimana jika yang sering terlambat adalah guru?
Hal itu terjadi di SDN Bringinan, Jambon, Ponorogo, Jawa Timur. Puluhan siswa harus menunggu guru-guru yang telah digaji oleh negara, itu datang terlambat.
Seharusnya, sesuai jadwal, siswa masuk pukul 07.00 WIB. Namun rupanya siswa harus menunggu guru hingga pukul 08.00 WIB. (nul)
Editor : Fauzy Ahmad