Nilai Tukar Petani Jawa Timur Februari 2022 Turun 0,59 Persen

klikjatim.com
Para petani tampak melakukan pemupukan pada tanaman padi di sawah. (ist/Antara)

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur pada Februari 2022, turun 0,59 persen dari 102,33 menjadi 101,72. Penurunan ini disebabkan indeks harga yang diterima petani (It) turun sebesar 0,55 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik sebesar 0,05 persen.

Baca juga: Pemprov Jatim Percepat Pemetaan Sumber Air untuk Antisipasi Kekeringan Lahan Pertanian

Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Dadang Hardiwan dalam keterangannya, Selasa (1/3/2022) mengatakan, pada bulan Februari 2022, dua subsektor pertanian mengalami penurunan NTP sedangkan tiga subsektor lainnya mengalami kenaikan. Subsektor yang mengalami penurunan NTP terbesar terjadi pada subsektor Tanaman Pangan sebesar 1,37 persen dari 104,54 menjadi 103,11, diikuti subsektor Peternakan sebesar 1,10 persen dari 100,77 menjadi 99,67. 

Sebaliknya subsektor yang mengalami kenaikan NTP terbesar adalah subsektor Hortikultura sebesar 3,89 persen dari 96,27 menjadi 100,01 diikuti subsektor Perikanan sebesar 1,13 persen dari 102,72 menjadi 103,89 dan subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,12 persen dari 99,99 menjadi 100,11.

Baca juga: Gubernur Khofifah Sampaikan Nota Keuangan Raperda P-APBD 2026, Target Pendapatan Jatim Naik Jadi Rp26,4 Triliun

Lima provinsi di Pulau Jawa yang melakukan penghitungan NTP pada bulan Februari 2022, tiga provinsi mengalami penurunan NTP sedangkan dua provinsi mengalami kenaikan. 

Penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Jawa Timur sebesar 0,59 persen, diikuti Jawa Tengah sebesar 0,34 persen dan Banten sebesar 0,15 persen. Sedangkan kenaikan NTP terbesar terjadi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 0,13 persen diikuti Jawa Barat sebesar 0,02 persen.

Baca juga: Mulai Hari Ini Sampai 17 Agustus, Naik TransJatim Cuma Bayar Rp 81

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. (ris)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru