KLIKJATIM.Com | Palu - Provinsi Jatim kembali melakukan misi dagang dan investasi. Kali ini bersama Provinsi Sulteng. Hingga pukul 16.00 WITA, total transaksi tercatat mencapai Rp 104,91 miliar, dan neraca perdagangan Jatim dengan Sulteng surplus 1,98 triliun.
Baca juga: Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Budaya Membaca untuk Wujudkan SDM Berdaya Saing Global
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, dengan mengamati kultur budaya antara Jatim dan Sulteng yang cenderung serupa, ia memiliki komitmen yang sama dengan Gubernur Sulteng Rusdi Mastura untuk mendorong kabupaten/kota menuju kemandirian fiskal.
Kemandirian itu, kata Khofifah, bisa dilihat lewat perbandingan antara PAD dengan total penerimaan daerah. Karena itu, penting untuk melakukan pembayaran pajak bagi perusahaan cabang di daerah cabang tersebut berdiri.
Khofifah memaparkan, data BPS 2021 menyebutkan, produk Jatim di antara seluruh provinsi di Indonesia adalah produk yang diminati pelaku usaha, pedagang, masyarakat Sulteng paling tinggi yaitu sebesar Rp 4,3 triliun. Sedangkan penjualan Sulteng terhadap Jatim adalah sebesar Rp 2,32 triliun. Sehingga, neraca perdagangan Jatim dengan Sulteng surplus Rp 1,98 triliun.
"Penting bagi Provinsi Jatim dan Sulteng untuk terus membangun sinergitas diikuti dengan MoU antar OPD di kedua provinsi agar kami bisa saling membangun penguatan antar provinsi," ujar Khofifah, Rabu (23/2/2022).
Sementara itu, Rusdi Mastura mengatakan kehadiran Gubernur Khofifah di Sulteng diharapkan mampu memotivasi bagi penguatan SDM maupun perekonomian di Sulteng.
Rusdi menganalogikan Jawa gambaran ekonomi saat ini, Kalimantan sebentar lagi, dan Sulawesi akan datang. Oleh karena itu, Rusdi berkeinginan Jatim harus menjadi hub perekonomian menuju Indonesia bagian Timur.
"Surabaya yang kami temui ketika keluar dari Palu. Saya yakin, Jatim adalah pintu gerbang perekonomian bagi Indonesia Timur. Saya kenal betul Surabaya dan Jawa Timur ini," tandasnya. (ris)
Editor : Redaksi