Mantan Wali Kota Malang: Halal-Haram Urusan Internal

klikjatim.com
Mantan Wali Kota Malang Peni Suprapto.

KLIKJATIM.Com | Malang—Polemik terkait Halal City di Kota Malang mendapatkan tanggapan dari berbagai kalangan. Salah satunya dari mantan Wali Kota Malang Peni Suprapto.

Peni mengatakan, halal haram merupakan urusan internal. Menurutnya, perdebatan soal Halal City ini bertentangan dengan pengelolaan dan penyelenggaraan negara.

Baca juga: Pemkot Malang Kaji Penggunaan Kendaraan Listrik untuk Tekan Beban Operasional

"Jika hal itu diterapkan di daerah akan menyinggung perasaan orang lain, termasuk diksi Halal City telah menciderai salam kebanggaan warga Aremania yakni Salam Satu Jiwanya," kata Wali Kota Malang 2003-2013, saat diskusi di RM Kertanegara Malang, Selasa (22/02/2022).

Pemerhati sosial budaya Malang, Bambang GW menambahkan, halal haram tidak boleh dimigrasikan kepada orang lain.

"Halal city atau Malang Halal secara tidak langsung mengusik disebabkan beberapa hal. Satu contoh memaksakan diksi Halal City, halal sendiri kata suci dari satu nilai agama dan tidak boleh dipolitisasi," tutur Bambang.

Baca juga: Bayi Perempuan Dalam Kardus Dibuang di Kebun Tebu Gondanglegi Malang

Menurut dia, ketika halal ini menjadi label halalisasi keputusan politik atau hukum sama saja dengan mendegradasi maknanya menjadi istilah yang politis. Sehingga kata halal mesti ditempatkan pada tempat semestinya.

"Kata Halal itu sendiri menurut pengertiannya adalah menunya membangun kesadaran diri berupa keyakinan (iman) kita bagaimana memahaminya antara dibolehkan dan dilarang. Jika hal ini dipaksakan menjadi parameter seragam untuk dipatuhi, akan menjadi persoalan baru," sambung dia.

Baca juga: Enam Bulan Gasak Lima Motor, Dua Pencuri Ini Diringkus Polsek Sukun Malang

Sementara itu, pakar sejarah dan budaya Universitas Negeri Malang, Dwi Cahyono mejelaskan, predikat yang disematkan selama ini seperti Malang Kota Bunga, Malang Kota Pendidikan, Malang Kota Wisata senantiasa tidak menimbulkan polemik.

"Halal city dinilai kategorial (pengelompokan) sehingga berpotensi menimbulkan polemik atau memunculkan resistensi. Wali Kota Malang dianggap mencari alibi, dengan tidak mengatakannya diksi Halal City tapi Malang Halal. Justru ini lebih eksplisit," imbuhnya.(mkr)

Editor : iwan Irawan

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru