Pernyataan Gus Muhdlor Soal Paham Radikalisme di 15 Kecamatan Bikin Gaduh

klikjatim.com
Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Pernyataan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor bahwa paham radikalisme telah menyusup di 15 kecamatan membuat warga Kota Delta Gaduh. Pernyataan tersebut disampaikan Gus Muhdlor pada pelantikan pengurus Majlis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) di Kecamatan Wonoayu, Minggu (6/2/2022) lalu.

Dalam pidatonya ia menyebut paham radikaisme mulai menyebar di Kabupaten Sidoarjo. Tak tanggung – tanggung, dari 18 kecamatan, 15 diantarannya telah tersusupi paham tersebut. Artinya, hanya 3 kecamatan saja yang berstatus aman atau hijau. Sedangkan lainnya berstatus merah dan kuning.

Baca juga: MPM Honda Jatim Perkuat Kesiapsiagaan Karyawan Lewat Pelatihan Penanggulangan Kebakaran

Ia mengatakan, tujuh daerah yang berstatus merah diantarannya Kecamatan Sedati, Buduran, Gedangan, Sidoarjo, Candi, Balongbendo dan Tarik. “Ada satu desa di Sedati ini jelas sekali. Di perumahan X, di atasnya masjid tapi di bawahnya ada bunker arsenalnya untuk menyimpan senjata. Walaupun jamaahnya hanya 30 orang, namun ini bahaya,” terangnya.

Putra pengasuh Pondok Pesantren Bumi Shalawat Agoes Ali Mashuri ini menyebut, mayoritas kelompok tersebut adalah pendatang. “Ini harus diwaspadai dan semua masyarakat jangan gampang menganut atau menjadi jamaahnya,” imbuhnya. Namun ia tidak mengatakan secara gambling dari mana sumber informasi tersebut didapatkan.

Baca juga: Anggota Komisi VII DPR BHS Soroti Tata Kelola SPPG Sidoarjo

Pernyataan Gus Muhdlor yang telah menyebar melalui berbagai platform media tersebut langsung memantik reaksi warga. Wahyudi, warga Perumahan Tanggulangin Asri mengatakan, dirinya resah. “Tentu saja kami khawatir. Bayangkan, dari 18 kecamatan hanya 3 kecamatan saja yang menurutnya aman. Apalagi dia mengatakan ada bunker penyimpanan senjata. Ini sagat gawat sekali,” kata dia, Jumat (11/2/2022). Bapak satu anak ini melanjutkan, bila sang bupati mendapat informasi tersebut dari intelijen ya jangan dibuka. “Langsung ditangkap. Jangan malah informasinya diumbar. Bisa saja mereka lari dan memindahkan senjata-senjata itu,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Himpunan Putra-Putri dan Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD) Sidoarjo, Husni Thamrin berharap Gus Muhdlor bersikap hati-hati dalam menyampaikan isu radikalisme yang membuat gaduh masyarakat. “Jangan asal ngomong. Harus berdasar fakta yang akurat. Apalagi menyangkut isu yang sensitif. Diinvestigasi dan dikaji dulu yang matang,” pesannya. (yud)

Baca juga: Peringati Hari Bumi, MPM Honda Jatim Perkuat Komitmen Keberlanjutan Lewat Aksi Nyata dan Edukasi Lingkungan

Editor : Satria Nugraha

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru